Minggu, 29 Agustus 2010

CONTOH-CONTOH PUISI

ANGAN SEMU
Karya : Annisa Ika Pratiwi

Cintamu hanya angan semu
Yang tak mungkin akan ku sentuh
Sosokmu yang selalu muncul
Hanya menambah luka hatiku

Berulang kali ku coba
Tapi tetap tiada guna
Bayangmu selalu ada
Menghantui hidupku yang hampa

Ingin aku pergi. . . .
Tinggalkan sukmaku yang telah mati
Menanti kasih akan cinta sejati
Yang tak kunjung ku temui




BOCAH SEBATANG KARA
Karya : Taufiq Ismail
Kala matahari terbenam
Putuslah hatinya untuk tinggal diam
Mencari tempat berteduh
Walau hanya untuk semalam

Dingin menyergap bagaikan rayap
Menyelimuti tubuh lemahnya
Oh bocah sebatang kara
Sungguh nasibmu malang nian

Ditinggalkan ayah bunda sendirian
Tapi mengertilah kau tak sendiri
Karna ada tuhan yang kan temani
Sepanjang hidupmu nanti




Nama : Nur Hamzah Solekah


DI MANAKAH KUCARI SURGAKU

Aku berjalan
Namun tak tau arah tujuan
Hanya untuk mencari kebahagiaan
Ku relakan datangnya penderitaan
Ku cari sebuah surga
Tempat yang indah nan menggoda
Yang penuh dengan pesona
Yang membuat aku bahagia
Tapi dimanakah tempat itu
Aku bertanya tiada yang tau
Tapi dengan membahagiakan ibuku
Aku akan menemukan surgaku
Ibu aku menyayangimu








MENYESAL
(karya A. Hasyim)
Pagiku hilang, sudah melayang
Hari muda telah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai dipagi hari
Beta lengah masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu miskin harta

Ah, apa gunanya kusesalkan
Menyesal tua tidak berguna
Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan dipagi hari
Menuju kearah padang bakti


RUMAH
Karya : Toto Sudarto Bachtiar

Kulihat dari cahaya bulan dipekarangan
Serambiku kelam dan berudara sepi
Tidak ada suara, tiada pula bayangan
Kecuali sahabatku, semuanya pergi

Terkadang terasa perlunya kerumah
Atau terasa perlunya tak pulang rumah
Bercerita dan berkaca pada hari-hari kupunya
Dirumahku besar sekali nubaha sebuah kisah

Kalau aku tiba terdengar suara berdetak tiba-tiba
Malu-malu hati sahabatku rupanya ikut berbicara










DARI PUNCAK

Mengapa kabut yang datang menyenangkan hatiku?
Senja merapat ke jendela dan malam mencari pinus
Dengan lolongan anjing yang lemah
Dengan gerimis yang gelap itu

Tawa lalu lagu : aku menatap wajahnya yang kelam
Sebagai danau yang dalam
Pulau bulan tidur sampai ke dasar

Sebab angin malam bisa rinai, kabut jadi langka
Aku bersiul sambil melangkah
Bulan itu buta dan hatiku yang lama membeku
Tanpa wanita
Masing-masing saling mengaca

Cinta? Apakah cinta?
Cinta adalah malam
lebam
Dan kususuri jalan di bukit itu dalam gerimis yang basah
Kembali kudengar deru
Dalam lolong anjing yang lemah

Nama : Devi Novita Z.



TUHANKU APAKAH KEKAL
Karya : Amir H amzah
Tuhanku, suka dan ria
Gelak dan senyum
Tepuk dan tari
Semuanya lenyap, silam sekali
Gelak bertukarkan duka
Suka bersalinkan ratap
Cinta membawa wasangka . . .
Junjunganku, apakah kekal
Apakah tetap
Apakah tak bersalin rupa
Apakah baka sepanjang masa . . .
Bunga layu disinari matahari
Makhluk berangkat menepati janji
Hijau langit bertukar mendung
Gelombang reda ditepi pantai
Setangkai gagah beralih warna
Semerbak cempaka sekali hitung
Apakah lagi laguan kasih
Hilang semata tiada ketara . . .
Tuhanku apakah kekal ?

( Dalam Amir Hamzah sebagai manusia dan penyair 1996)


KERASNYA KEHIDUPAN

Kerasnya kehidupan
Mengasah manusia
Lembut menjadi kasar
Ramah menjadi angkuh
Kasih sayang yang dulu diagungkan setiap hari
Bertukar nafsu untuk menghalau sesama
Kelembutan yang selalu menghiasi wajah manis
Kini terhalang cemoohan
Kerasnya kehidupan
Menutup mata hati
Merencah jurang kasih
Melupakan aliran darah yang mengalir
Ingin kusadari . . .
Dalam kerasnya kehidupan
Nurani itu tetap ada
Mengalirkan kesejukan dalam setiap jiwa
Walau tinggal setetes berkala




Rindu Dendam

Semalam dingin sekali
Kini pagi terang-cerlang
Kuangkat kaki melangkah masuk
Kedalam taman
Udara yang segar
Alam yang indah
Semua hijau, semua hidup

Apakah yang terang cemerlang
Tergantung di ujung bunga bakung itu
Kuhampiri, O, sebutir embun

Betapa suci dan putih
Kupandang kedalam
O, keindahan

O, Tuhanku
Biarkan aku menjadi embunmu
Memancarkan terangmu
Sampai aku hilang lenyap olehnya












GERILYA Karya : W.S Rendra

Tubuh biru tatapan mata biru
Lelaki terguling di jalan

Orang-orang kampung mengenalnya
Anak janda berombak-ombak
Ditimba air bergantang-gantang
Disiram atas tubuhnya
Tubuh biru tatapan mata biru
Lelaki berguling di jalan

Lewat gardu Belanda dengan berani
Berlindung warna malam
Sendiri masuk kota
Ingin ikut ngubur ibunya








PRIANGAN SI JELITA

Seruling di pasir, merdu
Antara gundukan pohonan pina
Tembang menggema di dua kaki
Burung rang-Tangkuban perahu

Jumrut dipucuk-pucuk
Jamrut di air tipis menurun

Membelit tangga di tanah merah
Dikenal gadis-gadis dari bukit
Nyanyikan kantang sudah digali
Kenakan kebaya merah ke pewayangan

Jamrut dipucuk-pucuk
Jamrut di hati gadis menurun









SALJU Karya : Asrul Sani


Kemanakah pergi
Mencari matahari
Ketika salju turun
Pepohonan kehilangan daun

Kemanakah jalan
Mencari lindungan
Ketika tubuh kuyup
Dan pintu tertutup

Kemanakah lari
Mencari api
Ketika bara api
Padam tak berarti
Kemanakah pergi
Selain mencuri diri







Nama : Nur Hamzah S
SURAT RINDU

Bayang-bayang tubuhmu
Betapa panas bibirmu itu
Aku rusuk, lupa adam, telah lama dibentuk
Dari remuk, lupa adam, telah lama dibentuk
Dan senja kembali lain :
Kasihku dan surat rinduku ini kutulis
Kala hujan gerimis dan malam bangkit
Di padang tekukur di bukit yang mati
Pohon-pohon menengadah dan aku bermimpi
Dan darah yang menyelasat, jadi birahi
Dan darahku yang penat, jadi duri
Mengapa matamu menelaah, tak mencari arah ?
Kasihku dan surat rinduku ini kutulis
Pada dingin, pada dinding, pada cahaya
Menunggu ganggang dari malam,
Dari bumi yang tak ada
Tahun 1972

BUNDA


Aku seperti berdiri di tepi jurang
Seakan dua kekuatan mencoba mendorong
Saat kutengadahkan kepalaku
Wajah bunda terbayang
Seakan-akan menari dipelupuk mata
Kulihat senyum bunda
Kurasakan kembali belaian bunda
Terasa hangat menjalari tubuhku
Tersentak aku
Ingin ku teriakan sumpah serapah
Pada orang yang menorehkan luka
Dikening bunda

Karya : Riany’s

Jumat, 27 Agustus 2010

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA KL 4

Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : IV (Empat ) / 2 (Dua)
Pertemuan ke : 9-12
Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran (4 X Pertemuan)
Standar Kompetisi :
8. Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar :
8.3. Membuat suatu karya/model untuk menunjukkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas/baling-baling/pesawat kertas/parasut.
Indikator :
 Menentukan karya/ model yang akan dibuat.
 Menentukan bahan/ alat yang akan digunakan.
 Membuat karya/model sesuai rencana.
 Menguji karya/ model yang dibuat dan menyempurnakan.
 Menerapkan keaaaamanan kerja dan kebersihan lingkungan kerja.
 Menyimpulkan bentuk rancangan terbaik.

I. Tujuan Pembelajaran.
Siswa dapat:
1) Menentukan karya/ model yang akan dibuat.
2) Menentukan bahan/ alat yang akan digunakan.
3) Membuat karya/ model sesuai rencana.
4) Menguji karya/ model yang dibuat dan menyempurnakan.
5) Menerapkan keamanan kerja dan kebersihan lingkungan kerja.
6) Menyimpulkan bentuk rancangan terbaik.

II. Materi ajar.
Karya / model untuk menunjukkan perubahan energi pengaruh udara.

III. Metode pembelajaran.
-ceramah, tanya jawab, penugasan

IV. Langkah-langkah pembelajaran
Pertemua I
A. Kegiatan awal
o Apersepsi
B. Kegiatan inti
o Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang berbagai karya / model yang menerapkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara
o Siswa menentukan karya / model yang akan dibuat
o Siswa menentukan bahan dan alat yang akan digunakan
o Siswa membuat rencana karya / model yang akan dibuat.
C. Kegiatan akir
o Pemantapan dan motivasi kepada siswa

Pertemuan II
A. Kegiatan awal
o Apersepsi tanya jawab tentang pelajaran yang lalu.

B. Kegiatan inti
o Siswa membuat karya/ model yang sudah direncanakannya

C. Kegiatan akir
o Penguatan hasil belajar siswa

Pertemuan III
A. Kegiatan awal
o Apersepsi

B. Kegiatan inti
o Siswa menguji hasil karyanya
o Siswa menyempurnakan hasil karyanya

C. Kegiatan akir
o Penguatan hasil belajar siswa.

Pertemuan IV
A. Kegiatan awal
o Apersepsi

B. Kegiatan inti
o Siswa menyimpulkan bentuk rancangan terbaik
o Siswa menerapkan keamanan kerja dan kebersihan lingkungan kerja.

C. Kegiatan akir
o Penguatan hasil belajar siswa


V. Alat dan sumber bahan
1) Alat: berbagai model yang menerapkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara
2) Sumber bahan:
 Sains kelas IV hal: 162-168 penerbit erlangga.
 Sains kelas 4 hal: 71-73 penerbit tropica.
 Pengetahuan alam kelas 4 semester 2 hal: 57-69 penerbit Pemkab Demak
 Silabus.
 Sumber lain yang relevan.

VI. Penilaian.
A. Prosedur penilaian
• Pre test
• Post test
B. Jenis test
• Tes lisan
• Tes kinerja

C. Bentuk tes
• Obyektif tes..

D. alat tes
Tes terlampir

Sabtu, 21 Agustus 2010

Turunan Fungsi dan Aplikasinya

Konsep Turunan
Pada gerak sebuah benda kecepatan rata-rata sebuah benda dirumuskan dengan:
Kecepatan rata-rata = (jarak yang ditempuh)/(waktu yang diperlukan)
Vrata-rata = ΔS/Δt
Jarak merupakan fungsi dari waktu yang dituliskan dengan S = S(t). Maka kecepatan rata-rata dari t1 = t sampai dengan t2 = t + Δt dituliskan dengan rumus:
Vrata-rata = ΔS/Δt = (S1-S2)/Δt = (S(t+Δt)-S(t))/Δt
Kecepatan sesaat dirumuskan dengan:
Vsesaat = lim┬(∆t→0)⁡〖(S(t+∆t)-S(t))/∆t〗

Turunan Fungsi
Dirumuskan: f1(x) = (f(x+h)-f(x))/h
Menentukan Turunan Pertama fungsi f(x) = xn
Rumus turunan pertama f(x) = xn adalah f1(x) = nxn-1
Sedangkan turunan pertama fungsi f(x) = axn adalah f1(x) = anxn-1
Rumus turnan di atas berlaku untuk n bilangan asli maupun bilangan rasional
Sebagai pertimbangan bahwa:
Turunan fungsi f(x) = 1/x adalah f1(x) = -1/x2 atau turunan fungsi f(x) =x-1 adalah f(x) = -x-2
Turunan fungsi f(x) = √x adalah f1(x) = 1/(2√x) atau turunan fungsi f(x) =x½ adalah f1(x) = 1/2x½



Rumus Turunan Pertama suatu Fungsi
Turunan Pertama H(x) =f(x)±g(x)
Turunan Pertama H(x) =f(x).g (x)
Turunan Pertama H(x) = (f(x))/(g(x))
Turunan Pertama H(x) =[f(x)]
Turunan Pertama Fungsi Trigonometri
Jika f(x) = sin x, maka dengan menggunakan definisi fungsi turunan
f1(x) = lim┬(h→0)⁡〖(f(x+h)-f(x))/h〗
penurunan rumus turunan dari fungsi f(x) = sin x adalah f1(x) = cos x
Jika f(x) = cos x, maka dengan menggunakan definisi fungsi turunan
f1(x)=lim┬(h→o)⁡〖(f(x+h)-f(x))/h〗
penurunan rumus fungsi turunan dari fungsi f (x)=cos adalah f1(x)=-sin x
Persamaan Garis Singgung Kurva
Gardien yang dibentuk tali busur AB=BC/AC
MAB=(f(x+h)-f(x))/h
Notasi yang digunakan untuk menyatakan turunan adalah dy/dx
Fungsi Naik Dan Fungsi Turun
1.Fungsi f dikatakan naik,jika f1(x)>0.
2.Fungsi f dikatakan turun,jika f1(x)<0 H. Nilai Stasioner I.Menggambar Kurva Langkah-Langkah Menggambar Kurva: 1.Tentukan titik potong dengan sumbu X dan sumbu Y 2.Tentukan titik-titik stasioner dan jenisnya 3.Tentukan titik lain untuk membuat plot kurva sehingga tampak mulus J.Nilai MAX DanMIN Suatu Fungsi 1. Menentukan nilai stasioner fungsi f dalam interval 2. Menentukan nilai fungsi f(a) dan f(b) 3. Menyelidiki nilai tertinggi dan terendah K.Turunan Kedua Suatu Fungsi 1.Jika f1>0 maka f1naik pada intrval (a,b)
2.Jika f1<0 maka f1tidak naik dan tidak turun pada interval (a,b)
Sehingga percepatan merupakan turunan pertama dari kecepatan dan sebagai turunan kedua dari fungsi jarak : a=dv/dt =d/dt [ds/dt]=d2s/dt2

Senin, 24 Mei 2010

contoh proposal

PROPOSAL PMR
PALANG MERAH REMAJA













































SMA N 1 GUNTUR
TAHUN AJARAN 2009 / 2010



PROPOSAL PMR
PALANG MERAH REMAJA
SMA N 1 GUNTUR 2009 /2010



I. Nama Kegiatan

Kegiatan yang kami selenggarakan ini, kami beri nama “PMR “ (Palang Merah Remaja ) SMA Negeri I Guntur tahun 2009 / 2010.

II. Dasar Pemikiran

Dengan datangnya proposal ini, kami dari anggota PMR mengajukan permohonan untuk membeli peralatan sebagai berikut :
Thermometer, steptoscope + tensimeter, fasnunajis, dan labu kemih, untuk latihan PMR setiap hari Rabu dari jam 14.00 sampai selesai. Karena alat-alat yang kami sebutkan di atas belum tersedia di SMA N I Guntur, dan alat-alat di atas sangat dibutuhkan dalam latihan PMR. Latihan yang dilaksanakan di SMA N I Guntur.

III. Bentuk Kegiatan

Kegiatan Ekstra Kurikuler PMR dari SMA N I guntur

IV. Tujuan Kegiatan

Kegiatan ekstra kurikuler PMR ini bertujuan sebagai berikut :
 Mengoptimalkan keseriusan siswa dalam berlatih PMR.
 Menggalakkan kreatifitas siswa di bidang PMR.
 Menampung dan mengembangkan potensi siswa yang berbakat di bidang PMR.

V. Waktu, Tempat pelaksanaan PMR.

Hari : Rabu
Pukul : 14.00 s/d selesai
Tempat : SMA N I Guntur.



VI. Pelaksanaan

Pembimbing : AHMAD HABIB.
Komandan : NOVI WAHYUNI
Sekretaris : SITI SOFIATUN
Bendahara : TRI AJI WALUYO NINGSIH
Sie Humas :- NASHI KHATUL KLALIMAH
- RUSTIANINGSIH.
Hiburan :- UMI NURJANAH.
- SITI MUJRO’ATUN.
Persahabatan :- NUR HIDAYAH
Pembantu Umum :- WIDIA NINGRUM
- SITI NUR BADRIAH
- SITI SHOLEKAH
Pembantu Khusus :- IIN INDAH LESTARI
- SITI SUMIATUN
- SITI NURHAYATI



VII. Anggaran Biaya

- Thermometer : Rp. 55.000,-
- Steptoscope + tensimeter : Rp. 160.000,-
- Fasnu najis : Rp. 20.000,-
- Labu kemih : Rp. 20.000,-
Jumlah : Rp. 255.000,-




VII. Motto

“Tri bakti PMR yang berpegang pada prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional “




IX. Penutup.

Demikian usulan kegiatan “ PMR “ SMA N I Guntur tahun ajaran 2009 / 2010. bantuan dan dukungan dari semua pihak, kami harapkan demi kelancaran penyelenggaraan ekstra kurikuler kegiatan tersebut.
Atas perhatian dan bantuan yang diberikan, kami mengucapkan banyak terima kasih.


Demak, 3 Maret 2010

Pembimbing



AHMAD HABIB


Ketua Sekretaris



NOVI WAHYUNI SITI SOFIATUN

Bendahara




TRI AJI WALUYO NINGSIH

Selasa, 18 Mei 2010

MAKALAH IPTEK
Tentang mesin pencatat data (mesin perekam)
Diajukan kepada ibu Iskustyowati

Disusun oleh
Kelas 1 AP 1
NAMA No. Induk
Lisayadah 09.4191

SMK BHAKTI NUSANTARA MRANGGEN
Tahun ajaran 2009 / 2010

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Dengan adanya teknologi di dunia ini yang semakin canggih, maka terciptalah mesin pencatat data (mesin perekam). Alat atau mesin ini digunakan oleh manusia untuk memudahkan pendokumentasian kejadian yang tepat dan tidak akan merugikan penggunanya. Teknologi yang berkembang semakin pesatnya, maka semua orang sudah tidak asing lagi dengan mesin perekam (mesin pencatat data).

2. Tujuan mesin perekam.
 Untuk membantu pekerjaan manusia.
 Agar semua orang mengenal mesin pencatat data (mesin perekam).
 Apabila ada orang yang ingin berbuat curang kita bisa merekamnya, untuk sebagai barang bukti.








BAB II
ISI

Alat teknologi yang digunakan untuk memudahkan pendokumentasian kejadian yang cepat dan tidak bisa direkam secara manual, adalah mesin ini. Kejadian itu bisa direkam dengan dictating machine (mesin-mesin pencatat data) supaya tidak salah dalam penerjemahan perintah. Mesin-mesin pencatat data yang sering digunakan oleh masyarakat adalah Tape recorder.

Tape recorder.
Tape recorder adalah salah satu alat penyimpanan audio yang dapat diputar atau dimainkan kembali dengan menggunakan pita perekam sebagai media penyimpanannya. Rekaman itu merupakan suatu sinyal yang berubah-ubah dengan bergeraknya tape ke seberang “head tape” yang mempertentangkan domain magnetik di dalam tape dengan sinyal audio yang profesional.
Cara kerja Tape recorder yaitu sebagai berikut :
1. Arus yang mengalir di dalam koil elektromagnet menyebabkan material magnetik pada tape mengeluarkan suara yang sama.
2. Sinyal dapat dihasilkan dengan menjalankan punggung tape ke seberang tape head.
3. Hasil rekaman mampu memainkan kembali hasil rekamannya yang dikombinasi dalam satu unit tape recorder.
Alat perekam profesional pada umumnya menggunakan tiga (3) motor penggerak, satu motor dengan suatu kecepatan perputaran tetap menyediakan daya tarik untuk roda depan yang pada umumnya dikombinasikan dengan suatu alat angkat (capstan) dan roda terbang (flywheel) untuk memastikan bahwa kecepatan tape tersebut tidak berubah-ubah, dua motor lainnya digunakan untuk menjaga tenaga putaran dan memelihara tegangan tape itu sehingga berputar dengan kecepatan yang sama. Model lebih sederhana menggunakan motor tunggal untuk menjalankan sesuai fungsi, ada juga yang menggunakan dua (2) motor dimana satu motor digunakan untuk memutar kembali saja.
Hasil rekaman yang dihasilkan oleh sebuah tape recorder dapat bekerja dengan baik, tetapi tidak sempurna karena di dalamnya masih berisi “noise” (suara gaduh) umumnya berupa desisan yang dihasilkan oleh tape juga. Sehingga banyak ahli yang berusaha menghilangkan suara “noise” ini (suara gaduh), diantaranya dengan menggunakan dengan “dual capstants”.
Salah satu penggunaan alat perekam penting adalah perekaman video. Perekam kaset video pada hakikatnya adalah berbeda dengan perekam audio dalam kaitannya menggunakan dengan magnetic head yang menggunakan dengan “Helical scan” atas medium tape. Helical scan meningkatkan kecepatan pada rekaman permukaan head.








BAB III
PENUTUP

 Saran
• Dalam menjalankan suatu alat itu dengan ketelitian.
• Menciptakan alat yang lebih canggih dari tape recorder.
 Kritik
• Para ahli harus sabar dalam menghilangkan suara noise (suara gaduh)
• Masyarakat harus mendukung dalam terciptanya

Jumat, 26 Februari 2010

KELUARGA



Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.(Menurut Salvicion dan Ara Celis). Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah : - Unit terkecil dari masyarakat - Terdiri atas 2 orang atau lebih - Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah - Hidup dalam satu rumah tangga - Di bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga - Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga - Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing - Diciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan

Peranan Keluarga Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.

Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut : 1. Peranan Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. 2. Peranan Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. 3. Peran Anak : Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Tugas-tugas Keluarga Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut : 1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya. 2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga. 3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing. 4. Sosialisasi antar anggota keluarga. 5. Pengaturan jumlah anggota keluarga. 6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga. 7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas. 8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.

Fungsi Keluarga Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :

1. Fungsi Pendidikan. Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.

2. Fungsi Sosialisasi anak. Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.

3. Fungsi Perlindungan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.

4. Fungsi Perasaan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

5. Fungsi Religius. Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.

6. Fungsi Ekonomis. Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.

7. Fungsi Rekreatif. Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.

8. Fungsi Biologis. Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.

9. Memberikan kasih sayang,perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

Sabtu, 14 November 2009

LAPORAN PRAKTIK
KEAKSARAAN FUNGSIONAL
PEMBERANTASAN BUTA AKSARA
DI DESA PUNDENARUM, KECAMATAN KARANGAWEN,
KABUPATEN DEMAK








DISUSUN OLEH :
Nama : GUNTORO
NIM : 818862925



UPBJJ-UT SEMARANG PROGRAM S 1 PGSD
POKJAR KARANGAWEN
KABUPATEN DEMAK
2009
DAFTAR ISI

Halaman Judul……………………………………………………………………………
Daftar isi…………………………………………………………………………………
Kata pengantar…………………………………………………………………………..


BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang …………………………………………………………………
B. Tujuan. …………………………………………………………………………
C. Manfaat. ……………………………………………………………………….
BAB II PEMBAHASAN
A. Tentang kemampuan awal calistung warga belajar …………………………..
B. Penilaian awal keaksaraan fungsional warga belajar. …………………………
C. Identifikasi masalah dan potensi lingkungan keaksaraan …………………….
D. Kesimpulan data kegiatan identifikasi kemampuan awal dan
kebutuhan serta minat belajar warga belajar………………………………….
E. Kesempatan belajar …………………………………………………………...
F. Rencana kegiatan pembelajaran……………………………………………….
G. Matrik kegiatan calistung……………………………………………………..
H. Rencana kegiatan pembelajaran………………………………………………
I. Catatan harian tutor………………………………………………………….
J. Cheklist penilaian kemampuan calistung dasar……………………………....
K. Format rekapitulasi penilaian keterampilan dasar………………………........
L. Format checklist penilaian kemampuan fungsional………………………….
M. Laporan pelaksanaan kegiatan pembelajaran………………………………..
N. Rekapitulasi penilaian hasil belajar WB…………………………………….
O. Laporan akhir kegiatan pembelajaran keaksaraan fungsional……………….
BAB III. PENUTUP.
A.Kesimpulan…………………………………………………………………….
B. Saran……………………………………………………………………………








BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Peningkatan pengetahuan penduduk merupakan program prioritas dalam pembangunan bidang pemberantasan buta aksara. Hal ini sejalan dengan gerakan global di mana pendidikan adalah salah satu hak dasar manusia. Seseorang dapat memperoleh pengetahuan melalui pendidikan. Salah satu fokus pendidikan bidang pemberantasan buta aksara adalah menuntaskan kemampuan membaca, menulis dan berhitung sebagai indikator dasar tingkat pengetahuan seseorang.
Dengan mempertimbangkan adanya indikator tersebut, program pemberantasan buta aksara diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan penduduk, khususnya peningkatan kemampuan baca, tulis, dan berhitung. Pendidikan keaksaraan fungsional merupakan suatu pendekatan atau cara untuk mengembangkan kemampuan seseorang dalam menguasai dan menggunakan ketrampilan membaca, menulis, berhitung dan berkomunikasi.
Departemen Pendidikan Nasional dalam rencana strategis Pendidikan Nasional tahun 2005-2009 serta Instruksi Presiden RI Nomor 5 tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Pementasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara (GNP PWB/PGA); menargetkan pada akhir tahun 2009, masyarakat yang masih buta aksara untuk usia 15 tahun ke atas hanya tertinggal 5% atau 77 juta orang.

TUJUAN PEMBERANTASAN BUTA AKSARA

Adapun tujuan dari pendidikan buta aksara adalah :
A. Mencerdaskan kehidupan bangsa yang baru berkembang
B. Meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat.
C. Dengan ilmu pengetahuan, terutama membaca, menulis dan berhitung; diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan dan taraf hidup serta mensejahterakan penduduk.
D. Dengan adanya pengetahuan membaca, menulis dan berhitung diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga sesuai bakat dan ketrampilan yang dimiliki.
E. Dengan adanya pemberantasan buta aksara, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah menyelesaikan permasalahan hidup yang muncul di lingkungan hidup mereka.
F. Memberikan kesempatan yang luas bagi warga Negara untuk belajar meskipun tidak menempuh pendidikan SD.
G. Memberikan layanan program pemberantasab buta aksara bagi warga yang ingin belajar namun tidak mampu.
H. Mengembangkan program pendidikan pemberantasan buta aksara sesuai dengan perkembangan dan kemajuan jaman.
I. Memperkaya pengalaman belajar dan pengetahuan bagi masyarakat.
J. Menumbuhkan kegiatan belajar mandiri.
K. Membantu mengembangkan kecakapan menulis, membaca dan berhitung.

MANFAAT PEMBERANTASAN BUTA AKSARA

Manfaat pemberantasan buta aksara bagi masyarakat adalah sebagai berikut :
a. Mengembangkan kecakapan menulis, membaca dan berhitung.
b. Memperkaya pengalaman belajar dan pengetahuan bagi masyarakat pada umumnya.
c. Menumbuhkan kegiatan belajar mandiri sehingga masyarakat dapat tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri dan berpengetahuan.
d. Menambah wawasan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.
e. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat.
f. Menumbuhkan minat, kecintaan dan kegemaran membaca, menulis serta berhitung.
g. Sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat.
h. Sebagai sarana hiburan dan rekreasi.
i. Masyarakat dapat memanfaatkan waktu secara efektif dengan membaca buku bacaan, bahan tulisan dan kemampuan berhitung sebagai sumber informasi baru guna meningkatkan taraf kehidupan mereka.
j. Ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.
k. Masyarakat memiliki bekal ketrampilan membaca, menulis dan berhitung sehingga lebih siap terjun di lapangan kerja, mengingat tingginya kompetensi dan sempitnya lapangan pekerjaan yang tersedia.









IDENTITAS MAHASISWA

Nama : GUNTORO.
NIM : 818862925
Program Studi : S 1 PGSD
Pokjar : Karangawen
Kabupaten : Demak
UPBJJ-UT : 42 Semarang





Demak, 5 Nopember 2009
Mengetahui
Kepala UPBJJ-UT Semarang Pengisi data




Drs. Gunoro Nupikso, M.Si. Guntoro
NIP. 19611112 199203 1 001. NIM. 818862925
















FORMULIR DATA PRIBADI WARGA BELAJAR

Nama : Budi Asri
Tanggal lahir : 17 Januari 1978
Tempat lahir : Demak
Umur : 31 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Dukuh Sambi
RT / RW : RT 05 RW 01 Desa Pundenarum Kecamatan Karangawen

Status dalam keluarga :

1. suami
2. istri√
3. anak
4. orang tua/mertua
5. lain-lain


Status perkawinan :
1. Kawin√ 2. Tidak Kawin 3. Duda / Janda

Pekerjaan :
1. pedagang
2. nelayan
3. petani √
4. peternak
5. petambak
6. buruh tani/ bangunan
7. sopir pribadi / angkutan
8. tukang ojek / becak
9. pembantu rumah tangga
10. tidak bekerja
11. lain-lain

ketrampilan yang dimiliki :








FORMULIR DATA PRIBADI WARGA BELAJAR

Nama : Juwariah
Tanggal lahir : 06 Juni 1966
Tempat lahir : Demak
Umur : 33 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Dukuh Sambi
RT / RW : RT 05 RW 01 Desa Pundenarum Kecamatan Karangawen

Status dalam keluarga :

1. suami
2. istri√
3. anak
4. orang tua/mertua
5. lain-lain


Status perkawinan :
1. Kawin√ 2. Tidak Kawin 3. Duda / Janda

Pekerjaan :
1. pedagang
2. nelayan
3. petani √
4. peternak
5. petambak
6. buruh tani/ bangunan
7. sopir pribadi / angkutan
8. tukang ojek / becak
9. pembantu rumah tangga
10. tidak bekerja
11. lain-lain

ketrampilan yang dimiliki :








FORMULIR DATA PRIBADI WARGA BELAJAR

Nama : Paimah
Tanggal lahir : 03 Mei 1961
Tempat lahir : Demak
Umur : 48 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Dukuh Sambi
RT / RW : RT 05 RW 01 Desa Pundenarum Kecamatan Karangawen

Status dalam keluarga :

1. suami
2. istri√
3. anak
4. orang tua/mertua
5. lain-lain


Status perkawinan :
1. Kawin√ 2. Tidak Kawin 3. Duda / Janda

Pekerjaan :
1. pedagang
2. nelayan
3. petani √
4. peternak
5. petambak
6. buruh tani/ bangunan
7. sopir pribadi / angkutan
8. tukang ojek / becak
9. pembantu rumah tangga
10. tidak bekerja
11. lain-lain

ketrampilan yang dimiliki :








FORMULIR DATA PRIBADI WARGA BELAJAR

Nama : Suparti
Tanggal lahir : 11 Juni 1967
Tempat lahir : Demak
Umur : 42 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Dukuh Sambi
RT / RW : RT 05 RW 01Desa Pundenarum Kecamatan Karangawen

Status dalam keluarga :

1. suami
2. istri√
3. anak
4. orang tua/mertua
5. lain-lain


Status perkawinan :
1. Kawin√ 2. Tidak Kawin 3. Duda / Janda

Pekerjaan :
1. pedagang
2. nelayan
3. petani √
4. peternak
5. petambak
6. buruh tani/ bangunan
7. sopir pribadi / angkutan
8. tukang ojek / becak
9. pembantu rumah tangga
10. tidak bekerja
11. lain-lain

ketrampilan yang dimiliki :








FORMULIR DATA PRIBADI WARGA BELAJAR

Nama : Wakirah
Tanggal lahir : 19 April 1966
Tempat lahir : Demak
Umur : 33 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Dukuh Sambi
RT / RW : RT 05 RW 01 Desa Pundenarum Kecamatan Karangawen

Status dalam keluarga :

1. suami
2. istri√
3. anak
4. orang tua/mertua
5. lain-lain


Status perkawinan :
1. Kawin√ 2. Tidak Kawin 3. Duda / Janda

Pekerjaan :
1. pedagang
2. nelayan
3. petani √
4. peternak
5. petambak
6. buruh tani/ bangunan
7. sopir pribadi / angkutan
8. tukang ojek / becak
9. pembantu rumah tangga
10. tidak bekerja
11. lain-lain

ketrampilan yang dimiliki :








FORMULIR DATA PRIBADI WARGA BELAJAR

Nama : Karni
Tanggal lahir : 28 Februari 1963
Tempat lahir : Demak
Umur : 46 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Dukuh Bilo
RT / RW : RT 01 RW 04 Desa Pundenarum Kecamatan Karangawen

Status dalam keluarga :

1. suami
2. istri√
3. anak
4. orang tua/mertua
5. lain-lain


Status perkawinan :
1. Kawin√ 2. Tidak Kawin 3. Duda / Janda

Pekerjaan :
1. pedagang
2. nelayan
3. petani √
4. peternak
5. petambak
6. buruh tani/ bangunan
7. sopir pribadi / angkutan
8. tukang ojek / becak
9. pembantu rumah tangga
10. tidak bekerja
11. lain-lain

ketrampilan yang dimiliki :








FORMULIR DATA PRIBADI WARGA BELAJAR

Nama : Raki
Tanggal lahir : 20 Februari 1965
Tempat lahir : Demak
Umur : 44 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Dukuh Sambi
RT / RW : RT 01 RW 01 Desa Pundenarum Kecamatan Karangawen

Status dalam keluarga :

6. suami
7. istri√
8. anak
9. orang tua/mertua
10. lain-lain


Status perkawinan :
1. Kawin√ 2. Tidak Kawin 3. Duda / Janda

Pekerjaan :
12. pedagang
13. nelayan
14. petani √
15. peternak
16. petambak
17. buruh tani/ bangunan
18. sopir pribadi / angkutan
19. tukang ojek / becak
20. pembantu rumah tangga
21. tidak bekerja
22. lain-lain

ketrampilan yang dimiliki :








DAFTAR CALON WARGA BELAJAR
PROGRAM PEMBERANTASAN BUTA AKSARA (PBA)

UPBJJ-UT : 42 SEMARANG MASA REGISTRASI : 20092
KABUPATEN : DEMAK TANGGAL :

No NAMA UMUR UPTD DIKPORA
1 Budi Asri 31 Karangawen
2 Juwariah 33 Karangawen
3 Paimah 48 Karangawen
4 Suparti 42 Karangawen
5 Wakirah 33 Karangawen
6 Karni 46 Karangawen
7 Raki 44 Karangawen

Kepala UPBJJ-UT Semarang Mahasiswa




Drs. Gunoro Nupikso, M.Si. Guntoro
NIP. 19611112 199203 1 001. NIM. 818862925
















BAB II
PEMBAHASAN
FORMAT 1.a
TENTANG KEMAMPUAN AWAL CALISTUNG WARGA BELAJAR
Nama Warga Belajar : BUDI ASRI
Ketrampilan Calistung Menguasai Tidak Menguasai Keterangan
A. Membaca ( Sesuaikan dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Belum kenal huruf sama sekali atau sebagian saja. √
Sudah sebagian saja
2. Kenal huruf, tetapi belum dapat membaca rangkaian huruf menjadi satu kata. √ Sudah kenal huruf
Membaca belum bisa
3. Sudah membaca kata, tetapi terpatah-patah. √ Sudah, kurang lancar, masih perlu bimbingan
4. Sudah membaca dengan benar. √ Sudah tetapi terpatah-patah
5. Membaca paragraph pendek dengan benar. √ Belum bisa
6. Memahami makna setiap kata yang dibaca dengan benar. √ Belum lancar
B. Menulis ( Sesuai dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Tidak dapat menulis. √ Belum bisa lancar
2. Mencontoh tulisan dari dari kertas lain/menyalin tulisan. √ Sudah tetapi perlu bimbingan
3. Dapat menulis huruf menjadi, tetapi perlu bantuan untuk mengeja hurf demi huruf. √ Perlu bimbingan
4. Menulis kalimat sendiri. √ Sudah sedikit-sedikit
5. Menulis paragraph sendiri. √ Belum bisa
C. Berhitung ( Sesuai dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Mengenal angka satuan, puluhan, ratusan,ribuan. √ Sudah tetapi belum bias menguasai
2. Menjumlah dan mengurang diluar kepala. √ Lancar
3 Menjumlah, mengurang, dan menuliskannya dengan menggunakan lambang + dan - √ Masih perlu bantuan / bimbingan
4. Mengali dan membagi diluar kepala. √ Lancar
5. Mengali, membagi dan menuliskannya ( menggunakan lambang X dan √ Kurang lancar masih perlu bimbingan

FORMAT 1.a
TENTANG KEMAMPUAN AWAL CALISTUNG WARGA BELAJAR

Nama Warga Belajar : JUWARIAH
Ketrampilan Calistung Menguasai Tidak Menguasai Keterangan
A. Membaca ( Sesuaikan dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Belum kenal huruf sama sekali atau sebagian saja. √
2. kenal huruf, tetapi belum dapat membaca rangkaian huruf menjadi satu kata. √
3. Sudah membaca kata, tetapi terpatah-patah. √ Sudah, kurang lancar, masih perlu bimbingan
4. Sudah membaca dengan benar. √ Sudah tetapi terpatah-patah
5. Membaca paragraph pendek dengan benar. √ Belum bisa
6. Memahami makna setiap kata yang dibaca dengan benar. √ Belum lancar
B. Menulis ( Sesuai dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Tidak dapat menulis. √ Belum lancar
2. Mencontoh tulisan dari dari kertas lain/menyalin tulisan. √ Sudah tetapi perlu bimbingan
3. Dapat menulis huruf menjadi, tetapi perlu bantuan untuk mengeja hurf demi huruf. √ Perlu bimbingan
4. Menulis kalimat sendiri. √ Sudah sedikit-sedikit
5. Menulis paragraph sendiri. √ Belum bisa
C. Berhitung ( Sesuai dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Mengenal angka satuan, puluhan, ratusan,ribuan. √ Sudah mengenal
2. Menjumlah dan mengurang diluar kepala. √ Lancar
3 Menjumlah, mengurang, dan menuliskannya dengan menggunakan lambang + dan - √ Masih perlu bantuan / bimbingan
4. Mengali dan membagi diluar kepala. √ Lancar
5. Mengali, membagi dan menuliskannya ( menggunakan lambang X dan : ) √ Kurang lancar masih perlu bimbingan



FORMAT 1.a
TENTANG KEMAMPUAN AWAL CALISTUNG WARGA BELAJAR

Nama Warga Belajar : PAIMAH
Ketrampilan Calistung Menguasai Tidak Menguasai Keterangan
A. Membaca ( Sesuaikan dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Belum kenal huruf sama sekali atau sebagian saja. √ Sudah sebagian saja
2. kenal huruf, tetapi belum dapat membaca rangkaian huruf menjadi satu kata. √ Sudah kenal huruf
Membaca belum bisa
3. Sudah membaca kata, tetapi terpatah-patah. √ Sudah, kurang lancar, masih perlu bimbingan
4. Sudah membaca dengan benar. √ Sudah tetapi terpatah-patah
5. Membaca paragraph pendek dengan benar. √ Belum bisa
6. Memahami makna setiap kata yang dibaca dengan benar. √ Belum lancar
B. Menulis ( Sesuai dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Tidak dapat menulis. √ Belum bisa lancar
2. Mencontoh tulisan dari dari kertas lain/menyalin tulisan. √ Sudah tetapi perlu bimbingan
3. Dapat menulis huruf menjadi, tetapi perlu bantuan untuk mengeja hurf demi huruf. √ Perlu bimbingan
4. Menulis kalimat sendiri. √ Sudah sedikit-sedikit
5. Menulis paragraph sendiri. √ Belum bisa
C. Berhitung ( Sesuai dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Mengenal angka satuan, puluhan, ratusan,ribuan. √ Sudah tetapi belum bisa menguasai
2. Menjumlah dan mengurang diluar kepala. √ Lancar
3 Menjumlah, mengurang, dan menuliskannya dengan menggunakan lambang + dan - √ Masih perlu bantuan / bimbingan
4. Mengali dan membagi diluar kepala. √ Lancar
5. Mengali, membagi dan menuliskannya ( menggunakan lambang X dan : ) √ Kurang lancar masih perlu bimbingan

FORMAT 1.a
TENTANG KEMAMPUAN AWAL CALISTUNG WARGA BELAJAR

Nama Warga Belajar : SUPARTI
Ketrampilan Calistung Menguasai Tidak Menguasai Keterangan
A. Membaca ( Sesuaikan dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Belum kenal huruf sama sekali atau sebagian saja. √ Sudah sedikit
2. kenal huruf, tetapi belum dapat membaca rangkaian huruf menjadi satu kata. √ Sudah,belum lancar
3. Sudah membaca kata, tetapi terpatah-patah. √ Sudah, kurang lancar, masih perlu bimbingan
4. Sudah membaca dengan benar. √ Sudah belun lancar
5. Membaca paragraph pendek dengan benar. √ Belum bisa
6. Memahami makna setiap kata yang dibaca dengan benar. √ Belum lancar
B. Menulis ( Sesuai dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Tidak dapat menulis. Sudah sedikit
2. Mencontoh tulisan dari dari kertas lain/menyalin tulisan. √ Sudah tetapi perlu bimbingan
3. Dapat menulis huruf menjadi, tetapi perlu bantuan untuk mengeja hurf demi huruf. √ Sudah tapi perlu bimbingan
4. Menulis kalimat sendiri. √ Sudah sedikit-sedikit
5. Menulis paragraph sendiri. √ Belum bisa
C. Berhitung ( Sesuai dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Mengenal angka satuan, puluhan, ratusan,ribuan. √ Sudah kenal
2. Menjumlah dan mengurang diluar kepala. √ Lancar
3 Menjumlah, mengurang, dan menuliskannya dengan menggunakan lambang + dan - √ Masih perlu bantuan / bimbingan
4. Mengali dan membagi diluar kepala. √ Lancar
5. Mengali, membagi dan menuliskannya ( menggunakan lambang X dan : ) √ Kurang lancar masih perlu bimbingan


FORMAT 1.a
TENTANG KEMAMPUAN AWAL CALISTUNG WARGA BELAJAR

Nama Warga Belajar : WAKIRAH
Ketrampilan Calistung Menguasai Tidak Menguasai Keterangan
A. Membaca ( Sesuaikan dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Belum kenal huruf sama sekali atau sebagian saja. √ Sudah sebagian saja
2. kenal huruf, tetapi belum dapat membaca rangkaian huruf menjadi satu kata. √ Sudah kenal huruf
Membaca belum bias
3. Sudah membaca kata, tetapi terpatah-patah. √ Sudah bisa tapi belum lancer
4. Sudah membaca dengan benar. √ Sudah tetapi terpatah-patah
5. Membaca paragraph pendek dengan benar. √ Belum bias
6. Memahami makna setiap kata yang dibaca dengan benar. √ Belum lancar
B. Menulis ( Sesuai dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Tidak dapat menulis. √ Sudah bisa
2. Mencontoh tulisan dari dari kertas lain/menyalin tulisan. √ Sudah tetapi perlu bimbingan
3. Dapat menulis huruf menjadi, tetapi perlu bantuan untuk mengeja hurf demi huruf. √ Sudah tapi perlu bimbingan
4. Menulis kalimat sendiri. √ Sudah sedikit
5. Menulis paragraph sendiri. √ Belum bisa
C. Berhitung ( Sesuai dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Mengenal angka satuan, puluhan, ratusan,ribuan. √ Sudah tetapi belum bias menguasai
2. Menjumlah dan mengurang diluar kepala. √ Lancar
3 Menjumlah, mengurang, dan menuliskannya dengan menggunakan lambang + dan - √ Masih perlu bantuan / bimbingan
4. Mengali dan membagi diluar kepala. √ Lancar
5. Mengali, membagi dan menuliskannya ( menggunakan lambang X dan : ) √ Kurang lancar masih perlu bimbingan


FORMAT 1.a
TENTANG KEMAMPUAN AWAL CALISTUNG WARGA BELAJAR
Nama Warga Belajar : KARNI
Ketrampilan Calistung Menguasai Tidak Menguasai Keterangan
A. Membaca ( Sesuaikan dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Belum kenal huruf sama sekali atau sebagian saja. √ Sudah sebagian saja
2. kenal huruf, tetapi belum dapat membaca rangkaian huruf menjadi satu kata. √ Sudah kenal huruf
Membaca belum bisa
3. Sudah membaca kata, tetapi terpatah-patah. √ Sudah, kurang lancar, masih perlu bimbingan
4. Sudah membaca dengan benar. √ Sudah tetapi terpatah-patah
5. Membaca paragraph pendek dengan benar. √ Belum bisa
6. Memahami makna setiap kata yang dibaca dengan benar. √ Belum lancar
B. Menulis ( Sesuai dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Tidak dapat menulis. √ Belum bisa lancar
2. Mencontoh tulisan dari dari kertas lain/menyalin tulisan. √ Sudah tetapi perlu bimbingan
3. Dapat menulis huruf menjadi, tetapi perlu bantuan untuk mengeja hurf demi huruf. √ Perlu bimbingan
4. Menulis kalimat sendiri. √ Sudah sedikit-sedikit
5. Menulis paragraph sendiri. √ Belum bisa
C. Berhitung ( Sesuai dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Mengenal angka satuan, puluhan, ratusan,ribuan. √ Sudah tetapi belum bisa menguasai
2. Menjumlah dan mengurang diluar kepala. √ Lancar
3 Menjumlah, mengurang, dan menuliskannya dengan menggunakan lambang + dan - √ Masih perlu bantuan / bimbingan
4. Mengali dan membagi diluar kepala. √ Lancar
5. Mengali, membagi dan menuliskannya ( menggunakan lambing X dan : √ Kurang lancar masih perlu bimbingan
FORMAT 1.a
TENTANG KEMAMPUAN AWAL CALISTUNG WARGA BELAJAR

Nama Warga Belajar : RAKI
Ketrampilan Calistung Menguasai Tidak Menguasai Keterangan
A. Membaca ( Sesuaikan dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Belum kenal huruf sama sekali atau sebagian saja. √ Sudah sebagian saja
2. kenal huruf, tetapi belum dapat membaca rangkaian huruf menjadi satu kata. √ Sudah kenal huruf
Membaca belum bisa
3. Sudah membaca kata, tetapi terpatah-patah. √ Sudah, kurang lancar, masih perlu bimbingan
4. Sudah membaca dengan benar. √ Sudah tetapi terpatah-patah
5. Membaca paragraph pendek dengan benar. √ Belum bisa
6. Memahami makna setiap kata yang dibaca dengan benar. √ Belum lancar
B. Menulis ( Sesuai dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Tidak dapat menulis. √ Belum bisa lancar
2. Mencontoh tulisan dari dari kertas lain/menyalin tulisan. √ Sudah tetapi perlu bimbingan
3. Dapat menulis huruf menjadi, tetapi perlu bantuan untuk mengeja hurf demi huruf. √ Perlu bimbingan
4. Menulis kalimat sendiri. √ Sudah sedikit-sedikit
5. Menulis paragraph sendiri. √ Belum bisa
C. Berhitung ( Sesuai dengan standar kompetensi keaksaraan tingkat dasar )
1. Mengenal angka satuan, puluhan, ratusan,ribuan. √ Sudah tetapi belum bisa menguasai
2. Menjumlah dan mengurang diluar kepala. √ Lancar
3 Menjumlah, mengurang, dan menuliskannya dengan menggunakan lambang + dan - √ Masih perlu bantuan / bimbingan
4. Mengali dan membagi diluar kepala. √ Lancar
5. Mengali, membagi dan menuliskannya ( menggunakan lambing X dan : ) √ Kurang lancar masih perlu bimbingan

FORMAT 1.b.
PENILAIAN AWAL KEAKSARAAN FUNGSIONAL WARGA BELAJAR


.
00000000000
Nama Warga Belajar : BUDI ASRI
Usia : 31 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan Terakhir : Kelas 2 SD
Jumlah keluarga : 6 Orang
Alamat : Pundenarum



Ketrampilan / Pekerjaan yang dimiliki warga belajar :
- Menjahit.


Ketrampilan yang diminati warga belajar :
- Membuat gethuk.


Kemampuan baca, tulis, dan hitung warga belajar secara umum :
- Sudah bisa mmbaca, menulis , berhitung
- Sudah bisa membaca kata
- Sudah bisa menulis huruf menjadi kata
- Sudah bisa berhitung dengan menggunakan lambang +, - dan x .


Harapan / keinginan warga belajar setelah mengikuti pembelajaran keaksaraan fungsional :
- Dapat membekali warga belajar dalam bidang ketrampilan yang dapat dijadikan bekal usaha. Dengan ketrampilan yang dimiliki dapat meningkatkan kemampuan dirinya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

FORMAT 1.b.
PENILAIAN AWAL KEAKSARAAN FUNGSIONAL WARGA BELAJAR



Nama Warga Belajar : JUWARIAH
Usia : 33 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan Terakhir : Kelas 2 SD
Jumlah keluarga : 8 Orang
Alamat : Pundenarum



Ketrampilan / Pekerjaan yang dimiliki warga belajar :
- Tani


Ketrampilan yang diminati warga belajar :
- membuat tape ketela


Kemampuan baca, tulis, dan hitung warga belajar secara umum :
- Sudah bisa membaca, menulis, berhitung
- Sudah bisa membaca kata, tetapi belum bisa membaca dengan benar
- Sudah bisa menulis huruf dan menulis kalimat sendiri
- Sudah mengenal angka tetapi belum bisa menggunakan lambang +, - , x .



Harapan / keinginan warga belajar setelah mengikuti pembelajaran keaksaraan fungsional :
- Dapat membekali warga belajar dalam bidang ketrampilan yang dapat dijadikan bekal usaha. Dengan ketrampilan yang dimiliki dapat meningkatkan kemampuan dirinya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.


FORMAT 1.b.
PENILAIAN AWAL KEAKSARAAN FUNGSIONAL WARGA BELAJAR



Nama Warga Belajar : PAIMAH
Usia : 48 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan Terakhir : Kelas 3 SD
Jumlah keluarga : 4 Orang
Alamat : Pundenarum



Ketrampilan / Pekerjaan yang dimiliki warga belajar :
- Tani


Ketrampilan yang diminati warga belajar :
- membuat tempe.
Kemampuan baca, tulis, dan hitung warga belajar secara umum :
- Sudah bisa membaca, menulis, berhitung
- Sudah bisa membaca kata, tetapi belum bisa membaca dengan benar
- Sudah bisa menulis huruf dan menulis kalimat sendiri
- Sudah mengenal angka tetapi belum bisa menggunakan lambang +, - dan x .



Harapan / keinginan warga belajar setelah mengikuti pembelajaran keaksaraan fungsional :
- Dapat membekali warga belajar dalam bidang ketrampilan yang dapat dijadikan bekal usaha. Dengan ketrampilan yang dimiliki dapat meningkatkan kemampuan dirinya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.


FORMAT 1.b.
PENILAIAN AWAL KEAKSARAAN FUNGSIONAL WARGA BELAJAR



Nama Warga Belajar : SUPARTI
Usia : 42 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan Terakhir : Kelas 2 SD
Jumlah keluarga : 7 Orang
Alamat : Pundenarum



Ketrampilan / Pekerjaan yang dimiliki warga belajar :
- Tani


Ketrampilan yang diminati warga belajar :
- membuat kripik kerupuk.


Kemampuan baca, tulis, dan hitung warga belajar secara umum :
- Sudah bisa membaca, menulis, berhitung
- Sudah bisa membaca kata, dan sudah bisa membaca dengan benar
- Sudah bisa menulis huruf tetapi belum bisa menulis kalimat sendiri
- Sudah mengenal angka tetapi belum bisa menggunakan lambang + -



Harapan / keinginan warga belajar setelah mengikuti pembelajaran keaksaraan fungsional :
- Dapat membekali warga belajar dalam bidang ketrampilan yang dapat dijadikan bekal usaha. Dengan ketrampilan yang dimiliki dapat meningkatkan kemampuan dirinya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.


FORMAT 1.b.
PENILAIAN AWAL KEAKSARAAN FUNGSIONAL WARGA BELAJAR



Nama Warga Belajar : WAKIRAH
Usia : 33 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan Terakhir : Kelas 2 SD
Jumlah keluarga : 6 Orang
Alamat : Pundenarum



Ketrampilan / Pekerjaan yang dimiliki warga belajar :
- Tani


Ketrampilan yang diminati warga belajar :
- membuat ceriping singkong.


Kemampuan baca, tulis, dan hitung warga belajar secara umum :
- Belum bisa membaca, menulis, berhitung
- Belum bisa membaca kata
- Sudah bisa menulis huruf dan tidak dapat menulis kalimat sendiri
- Sudah mengenal angka tetapi belum bisa menggunakan lambang + -



Harapan / keinginan warga belajar setelah mengikuti pembelajaran keaksaraan fungsional :
- Dapat membekali warga belajar dalam bidang ketrampilan yang dapat dijadikan bekal usaha. Dengan ketrampilan yang dimiliki dapat meningkatkan kemampuan dirinya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.



FORMAT 1.b.
PENILAIAN AWAL KEAKSARAAN FUNGSIONAL WARGA BELAJAR



Nama Warga Belajar : KARNI
Usia : 46 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan Terakhir : Kelas 2 SD
Jumlah keluarga : 4 Orang
Alamat : Pundenarum



Ketrampilan / Pekerjaan yang dimiliki warga belajar :
- Dagang


Ketrampilan yang diminati warga belajar :
- Membuat tape ketela.


Kemampuan baca, tulis, dan hitung warga belajar secara umum :
- Sudah mengenal huruf tetapi belum bisa membaca
- Sudah bisa menulis walaupun dengan mengeja huruf
- Belum mengenal angka tetapi sudah bisa menghitung dan menjumlah diluar kepala


Harapan / keinginan warga belajar setelah mengikuti pembelajaran keaksaraan fungsional :
- Dapat membekali warga belajar dalam bidang ketrampilan yang dapat dijadikan bekal usaha. Dengan ketrampilan yang dimiliki dapat meningkatkan kemampuan dirinya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

FORMAT 1.b.
PENILAIAN AWAL KEAKSARAAN FUNGSIONAL WARGA BELAJAR



Nama Warga Belajar : RAKI
Usia : 44 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan Terakhir : Kelas 2 SD
Jumlah keluarga : 9 Orang
Alamat : Pundenarum



Ketrampilan / Pekerjaan yang dimiliki warga belajar :
- Tani


Ketrampilan yang diminati warga belajar :
- membuat tape ketela


Kemampuan baca, tulis, dan hitung warga belajar secara umum :
- Belum bisa membaca, menulis, berhitung
- Belum bisa membaca kata
- Sudah bisa menulis huruf dan belum bisa menulis kalimat sendiri
- Sudah mengenal angka tetapi belum bisa menggunakan lambang + -



Harapan / keinginan warga belajar setelah mengikuti pembelajaran keaksaraan fungsional :
- Dapat membekali warga belajar dalam bidang ketrampilan yang dapat dijadikan bekal usaha. Dengan ketrampilan yang dimiliki dapat meningkatkan kemampuan dirinya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.


FORMAT 1.c.
IDENTIFIKASI MASALAH DAN POTENSI
LINGKUNGAN KEAKSARAAN



Nama Warga Belajar : BUDI ASRI
No Konteks Sosial / Lingkungan Masalah Potensi
1. Berita atau informasi - -
2. Ekonomi cukup Petani
3. Kesehatan baik -
4. Lingkungan baik -
5. Aktifitas penduduk petani Menggarap sawah dan berkebun.
6.

Nama Warga Belajar : JUWARIAH
No Konteks Sosial / Lingkungan Masalah Potensi
1. Berita atau informasi - -
2. Ekonomi cukup Petani
3. Kesehatan baik -
4. Lingkungan baik -
5. Aktifitas penduduk petani Menggarap sawah dan berkebun.
6.

Nama Warga Belajar : PAIMAH
No Konteks Sosial / Lingkungan Masalah Potensi
1. Berita atau informasi - -
2. Ekonomi cukup Petani
3. Kesehatan baik -
4. Lingkungan baik -
5. Aktifitas penduduk petani Menggarap sawah dan berkebun.
6.

Nama Warga Belajar : SUPARTI
No Konteks Sosial / Lingkungan Masalah Potensi
1. Berita atau informasi - -
2. Ekonomi cukup Petani
3. Kesehatan baik -
4. Lingkungan baik -
5. Aktifitas penduduk petani Menggarap sawah dan berkebun.
6.


FORMAT 1.c.
IDENTIFIKASI MASALAH DAN POTENSI
LINGKUNGAN KEAKSARAAN



Nama Warga Belajar : WAKIRAH
No Konteks Sosial / Lingkungan Masalah Potensi
1. Berita atau informasi - -
2. Ekonomi cukup Petani
3. Kesehatan baik -
4. Lingkungan baik -
5. Aktifitas penduduk petani Menggarap sawah dan berkebun.
6.

Nama Warga Belajar : KARNI
No Konteks Sosial / Lingkungan Masalah Potensi
1. Berita atau informasi - -
2. Ekonomi cukup Petani
3. Kesehatan baik -
4. Lingkungan baik -
5. Aktifitas penduduk petani Menggarap sawah dan berkebun.
6.

Nama Warga Belajar : RAKI
No Konteks Sosial / Lingkungan Masalah Potensi
1. Berita atau informasi - -
2. Ekonomi cukup Petani
3. Kesehatan baik -
4. Lingkungan baik -
5. Aktifitas penduduk petani Menggarap sawah dan berkebun.
6.


FORMAT 1.d
KESIMPULAN DATA
KEGIATAN IDENTIFIKASI KEMAMPUAN AWAL
DAN KEBUTUHAN SERTA MINAT BELAJAR WARGA BELAJAR


Jumlah Wajib Belajar yang Perlu dibantu dalam Jenis Ketrampilan yang sudah dimiliki Jenis Ketrampilan yang Paling Potensi khusus yang ada di
Baca Tulis Hitung WB diminati WB Lingkungan masyarakat sekitar WB

4








2
1
Membuat gethuk.
Membuat tempe
Membuat keripik pisang
Membuat ceriping singkong
Menjahit
Membuat tape






Membuat tape
Menjahit












Bercocok tanam
(petani)














KESEPAKATAN BELAJAR

Nama Pokjar : Mukti Sari
Alamat Pokjar : Desa Pundenarum, Kecamatan Karangawen
Nama Tutor : Guntoro
Jumlah Warga Belajar : 7 orang
Waktu belajar : tiga (tiga) kali seminggu
Hari Minggu, Selasa dan Kamis
Pukul : 19.00 s.d 21.00

Materi yang diminati WB Jumlah pertemuan Nara sumber /bahan/media
Memasak 3 (tiga) kali Ketrampilan keaksaraan fungsional
Menjahit 3 (tiga) kali Ketrampilan keaksaraan fungsional
Bertanam 3 (tiga) kali Ketrampilan keaksaraan fungsional

Nama Warga Belajar Tanda Tangan
Budi Asri
Juwariah
Paimah
Suparti
Wakirah
Karni
Raki
Tutor


Guntoro
NIM.818862925






RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN

Nama Kelompok Belajar : Mukti Sari
Topik Belajar : Mengenal huruf dan bilangan

Tanggal pertemuan/waktu Materi Strategi Belajar Kegiatan pembelajaran Bahan dan media belajar
Selasa, 27 Oktober 2009 Memasak Diskusi Diskusi tentang kegiatan yang berhubungan dengan memasak
Kamis, 29 Oktober 2009 Memasak Tanya jawab Tanya jawab tentang bahan-bahan membuat roti
Minggu, 1 Nopember 2009 Memasak Latihan Latihan membuat huruf dan kata
Selasa, 3 Nopember 2009 Menjahit Diskusi Diskusi tentang kegiatan yang berhubungan dengan menjahit
Kamis, 5 Nopember 2009 Menjahit Tanya jawab Tanya jawab tentang bahan-bahan membuat baju
Minggu, 8 Nopember 2009 Menjahit Latihan Latihan membuat bilangan 1-100
Selasa, 10 Nopember 2009 Bertanam Diskusi Diskusi tentang kegiatan yang berhubungan dengan bertanam
Kamis, 12 Nopember 2009 Bertanam Tanya jawab Tanya jawab tentang bahan-bahan menanam jagung
Minggu, 15 Nopember 2009 Bertanam Latihan Latihan membaca dan berhitung



MATRIKS KEGIATAN CALISTUNG

Topik belajar Sub topik diskusi Topik menulis Topik baca Topik hitung Kegiatan terapan
Memasak Membuat roti Tulisan “ROTI” Suku kata “roti” Menghitung jumlah huruf dari kata “roti” Cara membuat roti
Menjahit Membuat baju Cara membuat “baju dan celana” Kalimat “membuat baju dan celana” Menghitung 1-100 Cara membuat baju
Bertanam Menanam jagung Menanam jagung Menanam jagung - Cara menanam jagung























RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN

PERTEMUAN KE KEGIATAN PEMBELAJARAN WAKTU
Pertemuan 1
Minggu,
25 Oktober 2009  Perkenalan
 Merencanakan kesepakatan belajar
 Menentukan jadwal kegiatan pembelajaran 120 menit
Pertemuan 2
Selasa, 27 Oktober 2009  Mengenalkan A - Z 120 menit
Pertemuan 3
Kamis, 29 Oktober 2009  Mengenalkan lambing bilangan 1-20 120 menit
Pertemuan 4
Minggu, 1 Nopember 2009  Cara membaca suku kata dan kata
 Menyalin kata 120 menit
Pertemuan 5
Selasa, 3 Nopember 2009  Membaca kata dan kalimat pendek 120 menit
Pertemuan 6
Kamis, 5 Nopember 2009  Menulis kata dan kalimat pendek 120 menit
Pertemuan 7
Minggu, 8 Nopember 2009  Mengoperasikan bilangan 10 - 100 120 menit
Pertemuan 8
Selasa, 10 Nopember 2009  Merangkai kata menjadi kalimat 120 menit
Pertemuan 9
Kamis, 12 Nopember 2009  Menentukan hasil penjumlahan 120 menit
Pertemuan 10
Minggu, 15 Nopember 2009  Mengerjakan latihan/ evaluasi 120 menit



LAPORAN PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN KEAKSARAN FUNGSIONAL

BULAN:
Nama pokjar : PKBM MUKTI SARI
Alamat : Pundenarum
Nama tutor : Guntoro.
Jumlah WB : 7 orang.

A. Kegiatan Pembelajaran yang dilaksanakan :
 Mendiskusikan minat, kebutuhan dan bahan ajar
 Membuat dan memilih topik belajar
 Menjelaskan strategi kegiatan pembelajaran
B. Bahan belajar, media dan sumber yang digunakan
 Buku pedoman
 Kartu huruf
 Kartu bilangan
 Kartu kata
C. Hambatan dan strategi mengatasi hambatan
1. hambatan
 waktu belajar yang sempit
 kurangnya sarana dan prasarana untuk belajar
2. strategi menghadapi hambatan
 para pengurus mengajukan permohonan bantuan sarana dan prasarana lewat pemerintah desa
D. komentar tentang kemajuan dan hasil belajar warga belajar
No Nama Wajib Belajar Komentar
1 Ngatmirah Senang mengikuti program keaksaraan
2 Budi Asri Menambah pengetahuan
3 Juwariah Menambah pengalaman
4 Paimah Menambah saudara
5 Suparti Merasa ada kemajuan
6 Wakirah Bisa membaca
7 Karni Bisa menulis
8 Raki Bisa operasi hitung

E. Rencana bulan yang akan datang:


Pundenarum, 14 nopember 2009
Tutor / penguji






( Guntoro )









FORMAT 5.a.
REKAPITULASI PENILAIAN HASIL BELAJAR WB


Kelompok belajar: PKBM Mukti sari
No Nama WB Skor nilai Tingkat keaksaran Keterangan
1. Bariah. 7.25 Keaksaraan Dasar WB ini sudah mampu untuk mengikuti ketingkat dasar
2. Dewi. 6. 60 Keaksaraan Dasar WB ini sudah mampu ketingkat dasar



3. Sukini. 7.15 Keaksaraan Dasar WB sudah mampu ke tingkat dasar.
4. Kasipah 6.35 Keaksaraan Dasar WB sudah mampu ketingkat dasar
5. Ngatimah. 54.5 Belum melek aksara Belum bisa untuk mengikuti ketingkat dasar
6. Siti 7.20 Keaksaraan Dasar WB sudah mampu ke tingkat dasar
7. Muntamah 53.7 Belum melek aksara WB sudah mampu mengikuti ke tingkat dasar





Pundenarum, 14 nopember 2009
Tutor / penguji






( Guntoro )




LAPORAN AKHIR KEGIATAN
PEMBELAJARAN KEAKSARAN FUNGSIONAL

Nama Mahasiswa : GUNTORO
NIM : 818862925
POKJAR : PGSD S 1 Karangawen Demak
Alamat Pokjar : UPTD DIKPORA Kecamatan Karangawen
Jumlah Wajib Belajar : 7 (tujuh) orang
UPBJJ : Semarang.

E. Kegiatan Pembelajaran yang dilaksanakan :
 Mendiskusikan minat, kebutuhan dan bahan ajar
 Membuat dan memilih topik belajar
 Menjelaskan strategi kegiatan pembelajaran
F. Bahan belajar, media dan sumber yang digunakan
 Buku pedoman
 Kartu huruf
 Kartu bilangan
 Kartu kata
G. Hambatan dan strategi mengatasi hambatan
3. hambatan
 waktu belajar yang sempit
 kurangnya sarana dan prasarana untuk belajar
4. strategi menghadapi hambatan
 para pengurus mengajukan permohonan bantuan sarana dan prasarana lewat pemerintah desa
H. komentar tentang kemajuan dan hasil belajar warga belajar
No Nama Wajib Belajar Komentar
1 Ngatmirah Senang mengikuti program keaksaraan
2 Budi Asri Menambah pengetahuan
3 Juwariah Menambah pengalaman
4 Paimah Menambah saudara
5 Suparti Merasa ada kemajuan
6 Wakirah Bisa membaca
7 Karni Bisa menulis
8 Raki Bisa operasi hitung

E. Lampiran.





Pundenarum, 14 nopember 2009
Instruktur Mata Kuliah






Drs. Abu Syairi, M. Pd
NIP. 195303131978031014



BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan.
Berdasarkan pembelajaran yang dilaksanakan dalam praktik pemberantasan buta aksara dalam calistung maka dapat diambil kesimpulan :
1. Warga Belajar merasa senang karena sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung berkat ada pembelajaran yang diberikan tentang calistung.
2. Warga belajar dapat mengembangkan ketrampilan yang dimilikinya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3. Walaupun ada warga belajar yang masih ketinggalan dalam pelajaran yang berjumlah 2 orang tetapi mereka masih bisa memanfaatkan ketrampilannya .

B. Saran.
Bertitik tolak dari pembahasan dan kesimpulan yang ada , berikut akan dikemukakan beberapa saran sebagai berikut:
1. Dengan adanya pemberian pembelajaran keaksaraan fungsional dalam meningkatkan kesejahteraan diharapkan tidak akan berhenti sampai disini saja, karena warga belajar sangat membutuhkan bimbingan,dorongan sebagai semangat untuk belajar dan memperoleh kesejahteraan yang lebih baik.
2. Diharapkan dengan adanya praktik pihak yang bersangkutan akan tetap menjalankan fungsinya sebagai pengelola atau penyelenggara pemberantasan keaksaraan fungsional ( KF ).