Minggu, 09 Juni 2013

KISI-KISI DAN PREDIKSI MATERI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU KELAS SD

MATERI PEMBELAJARAN IPA
Banyak para guru calon peserta tes Uji Kompetesi Awal Seritifikasi Guru untuk Guru Kelas, bingung bagaimana mempersiapkan diri menghadapi test tersebut. Melalui kisi-kisi yang dapat dengan gratis didownload di web sergur, saya mencoba mempredeksi kemungkinan materi yang muncul dalam soal. Semoga bermanfaat bagi bapak dan ibu. Di bawah ini adalah prediksi kemungkinan materi soal yang muncul berdasarkan kisi-kisi Mata pelajaran IPA untuk guru kelas. Dan mohon maaf materi ini hanya prediksi pribadi saya, bukan berdasarkan bocoran atau informasi dari pihak mana pun.Karena ini hanyalah sebuah prediksi, maka jadikanlah ini hanya sebagai referensi atau pembanding saja.
5.1.2 Merumuskan tujuan pembelajaran (proses, produk, dan sikap) sifat benda padat, cair dan gas sesuai dengan karakteristik peserta didik dan materi ajar. Beberapa rumusan tujuan pembelajaran (prose, produk, dan sikaf) sifat benda padat, cair dan gas, diantaranya : 1. Melalui pengamatan siswa dapat menjelaskan sifat-sifat benda padat, cair dan gas. 2. Dengan percobaan, siswa dapat mengelompokkan benda-benda padat, cair dan gas. 3. Melalui pengamatan siswa dapat member contoh pemanfaat benda padat, cair dan gas dalam kehidupan sehari-hari.
5.1.3 Merancang kegiatan pembelajaran IPA melalui penyelidikan ilmiah agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan IPA Guru menyiapkan pembelajaran IPA dengan model pembelajaran inkuri, dimana siswa melakukan penyelidikan dan pengamatan melalui observasi untuk menemukan jawaban-jawaban dari rasa ingin tahu yang dimiliki oleh siswa. Dalam kegiatan ini guru menyiapkan lembar pengematan bagi siswa agar siswa mencatat semua proses pengamatannya sehingga mendapatkan kesimpulan akhir berkenaan dengan pembelajaran IPA.
5.1.4 Mengkombinasikan beragam pendekatan/ strategi/ metode/ teknik pembelajaran IPA untuk mencapai tujuan pembelajaran (produk, proses, dan sikap ilmiah) Pembelajaran IPA berawal dari rasa ingin tahu, kemudian melakukan proses penyerapan pengetahuan dari pengetahuan berkembang menjadi ilmu pengetahuan. Perolehan di dapat melalui percobaan, didukung oleh fakta, menggunakan metode perpikir yang sitematik sehingga dapat diterima secara universal. Ilmu pengathuan yang diperoleh ini untuk selanjutnya dnamakan produk. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan merupakan suatu proses. Dimulai dengan adanya masalah, kemudian berupaya untuk mengumpulkan informasi yang relevan, mencari beberapa alternatif jawaban, memilih jawaban yang paling mungkin benar, melakukan percobaan, dan memperoleh kesimpulan. Tahapan akhirnya, dimana proses pembuktian ilmiah telah terselesaikan, maka timbullah sikaf ilmiah .
5.1.5 Menggabungkan beragam asessmen dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran IPA (produk, proses, dan sikap ilmiah) Dalam mengevaluasi pembelajaran IPA perlu adanya upaya pengabungan asessmen. Asessmen adalah gabungan dari semua metode yang dikemas dan digunakan untuk menilai kinerja siswa, baik secara perseorangan maupun secara kelompok. Asessmen sistem penilaian yang merujuk pada penilaian menyeluruh meliputi beberapa asfek yang dimiliki siswa, meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikaf. Asesmen adalah suatu kegiatan mengevaluasi pendidikan dengan cara mengumpulkan data dan informasi mengenai siswa untuk menentukan strategi pengajaran yang tepat.
6.2.1 Menganalisis proses-proses fotosintesis pada tumbuhan Fotosintesis memerlukan cahaya matahari, klorofil, air, dan karbon dioksida. Air diserap oleh akar dari dalam tanah. Air dari akar menuju daun. Karbon dioksida diserap dari udara oleh daun melalui mulut daun atau stomata. Melalui fotosintesis, air dan karbon dioksida kemudian diubah menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan energi cahaya matahari. Apabila energi cahaya matahari
6.2.2 Menyimpulkan macam-macam pengangkutan pada tumbuhan Macam-macam pengangkutan pada tumbuhan, yaitu : 1. Jaringan Xilem Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman . fungsinya menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut, - Unsur trakeal terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang - Serabut Xilem yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing - Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan, tannin dan Kristal 2. Jaringan Floem Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut, - Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang - Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis serta plasmanya pekat - Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan dindingnya tebal - Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar, atau Kristal.
6.2.3 Menggambarkan hubungan manusia, lingkungan dan pemeliharaannya Manusia dan lingkungannya merupakan sebuah proses saling ketergantungan satu sama lain. Manusia dan lingkungan membentuk suatu ekosistem. Dalam ekositem yang utuh tersebut terdapat habitat-habitat yang kelestariannya harus senantiasa terjaga. Keberlangsungan hidup habitat-habitat mahluk hidup menjadi suber keseimbangan ekosistem.Untuk menjaga keseimbangan ekosistem maka ditempuh beberapa cara. Beberapa cara untuk pemeliharaan lingkungan yaitu : 1. Ek stitu (konservasi ek situ adalah upaya konservasi suatu species di luar habitat aslinya.) 2. In situ (Konservasi in situ adalah upaya konservasi suatu species di habitat aslinya)
6.3.1 Menganalisis gangguan-gangguan pencernaan makanan pada manusia. Berbagai penyakit dan gangguan (kelainan) dapat menyerang alat pencernaan. Penyakit dan gangguan itu dapat disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Selain itu, juga karena masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh seperti bakteri dan virus. Di bawah ini beberapa penyakit yang dapat menyerang alatalat pencernaan. 1. Mag (Radang Lambung) Penyakit ini ditandai dengan gejala lambung terasa perih dan mual. Penyakitmag disebabkan kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika kita tidak segera makan pada saat lapar, lambung menjadi kosong. Akibatnya, asam lambung (asam klorida) yang dihasilkan untuk mencerna makanan melukai lambung. 2. Apendisitis (Radang Umbai Cacing) Radang pada umbai cacing ditandai dengan sakit pada perut sebelah kananbawah dan biasanya disertai demam. Umbai cacing (apendiks) adalah tonjolan kecil pada usus buntu (sekum). Penyakit ini disebabkan adanya makanan yang masuk di apendiks dan membusuk. Pembusukan makanan di apendiks tersebut dapat mengakibatkan radang. 3. Disentri Penyakit disentri disebabkan oleh bakteri. Alat pencernaan yang diserang yaituusus. Penyakit ini ditandai dengan muntah-muntah dan buang air besar terusmenerus. Disentri dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan makanan dan perlengkapan makan. 4. Sembelit Gejala penyakit sembelit yaitu susah buang air besar. Penyakit ini disebabkanmakanan yang kita makan kurang berserat. Makanan kurang serat dapat mengganggu proses pencernaan. Serat makanan membantu penyerapan air di usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap air. Akibatnya, sisa makanan menjadi padat sehingga sulit dikeluarkan. Contoh makanan berserat yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan.
6.3.2 Menganalisis kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan manusia Proses pernapasan dapat terganggu jika ada salah satu alat pernapasan mengalami gangguan. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh kuman maupun polusi udara. Beberapa gangguan maupun penyakit pada alat pernapasan sebagai berikut. a. Influenza (flu) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Orang yang terserang flu akan mengalami demam, menggigil, batuk, sakit kepala, bersin-bersin, serta nyeri punggung. Lendir yang keluar dari hidung menutup lubang hidung sehingga udara terhalang masuk dan mengganggu pernapasan. b. Sesak napas merupakan gangguan pernapasan karena udara yang tercemar oleh asap. Asap dapat berasal dari pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan rokok. Selain asap, debu juga dapat mengakibatkan sesak napas. c. Asma yaitu gangguan pernapasan karena penyempitan saluran pernapasan. Menyempitnya saluran pernapasan dapat terjadi karena beberapa hal berikut. 1) Udara yang tercemar oleh asap dan debu. 2) Udara yang terlalu dingin. 3) Keadaan jiwa penderita, misalnya stres dan tekanan emosi. d. Radang paru-paru karena bakteri Tuberkulosis. Radang yang disebabkan oleh bakteri ini biasa disebut TBC paru-paru. e. Bronkitis yaitu adanya peradangan pada batang tenggorok (bronkus). f. Polip merupakan penyempitan saluran pernapasan akibat terjadinya pembengkakan kelenjar limfe.
6.3.3 Mengabstraksi ciri hewan invertebrata Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang, belut jeung, “lintah laut”, atau hagfish), amfibia, reptil, burung, serta hewan menyusui. Kecuali jenis-jenis ikan, vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai.Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa, dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru
6.4.1 Memilih alat ukur yang sesuai dengan besaran yang diukur Beberapa alat ukur, yaitu : 1. Meteran/mitar (mengukur panjang) 2. Termoter (mengukur suhu) 3. Neraca (Mengukur berat) 4. Makro meter scrup.
6.5.1 Mengkategorikan penyebab perubahan sifat benda. Setiap benda mempunyai sifat tertentu yang membedakannya dengan benda lain. Sifat benda meliputi bentuk, warna, kelenturan, kekerasan, dan bau. Sifat-sifat benda tersebut dapat berubah jika mengalami proses : 1. Pemanasan 2. Pembakaran 3. Pencampuran dengan air 4. Pembusukan
6.6.1 Menganalisis sifat-sifat cahaya Sifat-sifat cahaya adalah : 1. Cahaya merambat lurus 2. Cahaya dapat dipantulkan (Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitu pemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur) 3. Cahaya dapat dibiaskan (Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan) 4. Cahaya dapat diuraikan (Pelangi terjadi karena peristiwa penguraian cahaya (dispersi). Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna.)
6.6.2 Menyelidiki konsep kelistrikan dan kemagnetan Konsep kelistrikan dan kemagnetan memiliki kesamaan, listrik dan magnet sama-sama berbentuk arus yang memiliki dua kutub, yaitu kutub negative dan kutub positif. 6.6.3 Menganalisis jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari beberapa macam gaya berdasarkan sumbernya, antara lain gaya gravitasi, gaya magnet, dan gaya gesek.
6.6.4 Memprediksi peristiwa pemuaian dalam kehidupan sehari-hari Beberapa hal dalam kehidupan sehar-hari yang berkaitan dengan proses pemuaian benda, yaitu 1. Rel kereta pada bagian sambungannya dipasang renggang agar saat siang hari Diana sinar matahari memanasi bumi, maka rel kerata tersebut tidak melengkung/bengkok. 2. Pemasangan kaca jendela yang sengaja dibuat agak kendor, agar saat terkena panas tidak pecah.
6.6.5 Menganalisis peran kalor dalam mengubah suhu benda. Kalor dapat mengubah suhu benda melalui proses perambatan. Perambatan kalor tersebut terjadi dengan tiga cara, yaitu : 1. Konveksi (perambatan panas diikuti dengan perpindahan zat) 2. Konduksi (Perambatan panas dengan tidak diikuti perpindahan zat) 3. Radiasi (Perambatan panas tanpa pelantara).
6.7.1 Mengelompokkan planet-planet dalam tata surya Berdasarkan letak planet terhadap bumi, planet dikelompokkan menjadi planet dalam dan planet luar. Planet dalam terdiri terdiri dari Merkurius dan Venus karena kedua planet ini berada di dalam orbit bumi. Sedangkan Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus disebut planet luar karena berada di luar orbit bumi.
6.7.2 Menganalisis proses terjadinya tata surya Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda.
6.7.3 Mengidentifikasi lapisan-lapisan bumi. Bumi tersusun atas tiga lapisan. Lapisan Bumi mulai dari lapisan terluar sampai terdalam yaitu kerak, selubung, dan inti. Inti terdiri atas inti luar dan inti dalam. Keadaan ketiga lapisan Bumi tersebut dijelaskan dalam uraian berikut. 1. Kerak Kerak adalah lapisan terluar permukaan bumi yang berupa batuan keras dan dingin setebal 15–60 km. Pada lapisan kerak bagian atas, batuan telah mengalami pelapukan membentuk tanah. Di permukaan lapisan kerak inilah makhluk hidup tinggal dan menjalani hidupnya. Daratan terbentuk dari kerak benua. Sebagian besar kerak benua terbentuk dari batuan yang disebut granit. Dasar samudra terbentuk dari kerak samudra. Kerak samudra sebagian terbentuk dari batuan yang disebut basal. 2. Selubung atau Mantel Selubung atau mantel merupakan lapisan di bawah kerak yang tebalnyamencapai 2.900 kilometer. Lapisan mantel merupakan lapisan yang paling tebal. Mantel terletak di antara lapisan inti luar dengan kerak. Lapisan ini terdiri atas magma kental yang bersuhu 1.400°C–2.500°C. 3. Inti Inti terdiri atas dua bagian, yaitu inti luar dan inti dalam. Lapisan inti luar merupakan satu-satunya lapisan cair. Inti luar terdiri atas besi, nikel, dan oksigen. Lapisan ini mempunyai tebal ±2.255 kilometer. Adapun lapisan inti dalam setebal ±1.200 kilometer. Inti dalam merupakan bola logam yang padat dan mampat, bersuhu sangat panas sekitar 4.500°C. Lapisan ini terbentuk dari besi dan nikel padat. Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi.

KISI-KISI DAN PREDIKSI MATERI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU KELAS SD

MATERI PEMBELAJARAN IPA Banyak para guru calon peserta tes Uji Kompetesi Awal Seritifikasi Guru untuk Guru Kelas, bingung bagaimana mempersiapkan diri menghadapi test tersebut. Melalui kisi-kisi yang dapat dengan gratis didownload di web sergur, saya mencoba mempredeksi kemungkinan materi yang muncul dalam soal. Semoga bermanfaat bagi bapak dan ibu. Di bawah ini adalah prediksi kemungkinan materi soal yang muncul berdasarkan kisi-kisi Mata pelajaran IPA untuk guru kelas. Dan mohon maaf materi ini hanya prediksi pribadi saya, bukan berdasarkan bocoran atau informasi dari pihak mana pun.Karena ini hanyalah sebuah prediksi, maka jadikanlah ini hanya sebagai referensi atau pembanding saja. 5.1.2 Merumuskan tujuan pembelajaran (proses, produk, dan sikap) sifat benda padat, cair dan gas sesuai dengan karakteristik peserta didik dan materi ajar. Beberapa rumusan tujuan pembelajaran (prose, produk, dan sikaf) sifat benda padat, cair dan gas, diantaranya : 1. Melalui pengamatan siswa dapat menjelaskan sifat-sifat benda padat, cair dan gas. 2. Dengan percobaan, siswa dapat mengelompokkan benda-benda padat, cair dan gas. 3. Melalui pengamatan siswa dapat member contoh pemanfaat benda padat, cair dan gas dalam kehidupan sehari-hari. 5.1.3 Merancang kegiatan pembelajaran IPA melalui penyelidikan ilmiah agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan IPA Guru menyiapkan pembelajaran IPA dengan model pembelajaran inkuri, dimana siswa melakukan penyelidikan dan pengamatan melalui observasi untuk menemukan jawaban-jawaban dari rasa ingin tahu yang dimiliki oleh siswa. Dalam kegiatan ini guru menyiapkan lembar pengematan bagi siswa agar siswa mencatat semua proses pengamatannya sehingga mendapatkan kesimpulan akhir berkenaan dengan pembelajaran IPA. 5.1.4 Mengkombinasikan beragam pendekatan/ strategi/ metode/ teknik pembelajaran IPA untuk mencapai tujuan pembelajaran (produk, proses, dan sikap ilmiah) Pembelajaran IPA berawal dari rasa ingin tahu, kemudian melakukan proses penyerapan pengetahuan dari pengetahuan berkembang menjadi ilmu pengetahuan. Perolehan di dapat melalui percobaan, didukung oleh fakta, menggunakan metode perpikir yang sitematik sehingga dapat diterima secara universal. Ilmu pengathuan yang diperoleh ini untuk selanjutnya dnamakan produk. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan merupakan suatu proses. Dimulai dengan adanya masalah, kemudian berupaya untuk mengumpulkan informasi yang relevan, mencari beberapa alternatif jawaban, memilih jawaban yang paling mungkin benar, melakukan percobaan, dan memperoleh kesimpulan. Tahapan akhirnya, dimana proses pembuktian ilmiah telah terselesaikan, maka timbullah sikaf ilmiah . 5.1.5 Menggabungkan beragam asessmen dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran IPA (produk, proses, dan sikap ilmiah) Dalam mengevaluasi pembelajaran IPA perlu adanya upaya pengabungan asessmen. Asessmen adalah gabungan dari semua metode yang dikemas dan digunakan untuk menilai kinerja siswa, baik secara perseorangan maupun secara kelompok. Asessmen sistem penilaian yang merujuk pada penilaian menyeluruh meliputi beberapa asfek yang dimiliki siswa, meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikaf. Asesmen adalah suatu kegiatan mengevaluasi pendidikan dengan cara mengumpulkan data dan informasi mengenai siswa untuk menentukan strategi pengajaran yang tepat. 6.2.1 Menganalisis proses-proses fotosintesis pada tumbuhan Fotosintesis memerlukan cahaya matahari, klorofil, air, dan karbon dioksida. Air diserap oleh akar dari dalam tanah. Air dari akar menuju daun. Karbon dioksida diserap dari udara oleh daun melalui mulut daun atau stomata. Melalui fotosintesis, air dan karbon dioksida kemudian diubah menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan energi cahaya matahari. Apabila energi cahaya matahari 6.2.2 Menyimpulkan macam-macam pengangkutan pada tumbuhan Macam-macam pengangkutan pada tumbuhan, yaitu : 1. Jaringan Xilem Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman . fungsinya menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut, - Unsur trakeal terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang - Serabut Xilem yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing - Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan, tannin dan Kristal 2. Jaringan Floem Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut, - Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang - Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis serta plasmanya pekat - Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan dindingnya tebal - Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar, atau Kristal. 6.2.3 Menggambarkan hubungan manusia, lingkungan dan pemeliharaannya Manusia dan lingkungannya merupakan sebuah proses saling ketergantungan satu sama lain. Manusia dan lingkungan membentuk suatu ekosistem. Dalam ekositem yang utuh tersebut terdapat habitat-habitat yang kelestariannya harus senantiasa terjaga. Keberlangsungan hidup habitat-habitat mahluk hidup menjadi suber keseimbangan ekosistem.Untuk menjaga keseimbangan ekosistem maka ditempuh beberapa cara. Beberapa cara untuk pemeliharaan lingkungan yaitu : 1. Ek stitu (konservasi ek situ adalah upaya konservasi suatu species di luar habitat aslinya.) 2. In situ (Konservasi in situ adalah upaya konservasi suatu species di habitat aslinya) 6.3.1 Menganalisis gangguan-gangguan pencernaan makanan pada manusia. Berbagai penyakit dan gangguan (kelainan) dapat menyerang alat pencernaan. Penyakit dan gangguan itu dapat disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Selain itu, juga karena masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh seperti bakteri dan virus. Di bawah ini beberapa penyakit yang dapat menyerang alatalat pencernaan. 1. Mag (Radang Lambung) Penyakit ini ditandai dengan gejala lambung terasa perih dan mual. Penyakitmag disebabkan kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika kita tidak segera makan pada saat lapar, lambung menjadi kosong. Akibatnya, asam lambung (asam klorida) yang dihasilkan untuk mencerna makanan melukai lambung. 2. Apendisitis (Radang Umbai Cacing) Radang pada umbai cacing ditandai dengan sakit pada perut sebelah kananbawah dan biasanya disertai demam. Umbai cacing (apendiks) adalah tonjolan kecil pada usus buntu (sekum). Penyakit ini disebabkan adanya makanan yang masuk di apendiks dan membusuk. Pembusukan makanan di apendiks tersebut dapat mengakibatkan radang. 3. Disentri Penyakit disentri disebabkan oleh bakteri. Alat pencernaan yang diserang yaituusus. Penyakit ini ditandai dengan muntah-muntah dan buang air besar terusmenerus. Disentri dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan makanan dan perlengkapan makan. 4. Sembelit Gejala penyakit sembelit yaitu susah buang air besar. Penyakit ini disebabkanmakanan yang kita makan kurang berserat. Makanan kurang serat dapat mengganggu proses pencernaan. Serat makanan membantu penyerapan air di usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap air. Akibatnya, sisa makanan menjadi padat sehingga sulit dikeluarkan. Contoh makanan berserat yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan. 6.3.2 Menganalisis kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan manusia Proses pernapasan dapat terganggu jika ada salah satu alat pernapasan mengalami gangguan. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh kuman maupun polusi udara. Beberapa gangguan maupun penyakit pada alat pernapasan sebagai berikut. a. Influenza (flu) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Orang yang terserang flu akan mengalami demam, menggigil, batuk, sakit kepala, bersin-bersin, serta nyeri punggung. Lendir yang keluar dari hidung menutup lubang hidung sehingga udara terhalang masuk dan mengganggu pernapasan. b. Sesak napas merupakan gangguan pernapasan karena udara yang tercemar oleh asap. Asap dapat berasal dari pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan rokok. Selain asap, debu juga dapat mengakibatkan sesak napas. c. Asma yaitu gangguan pernapasan karena penyempitan saluran pernapasan. Menyempitnya saluran pernapasan dapat terjadi karena beberapa hal berikut. 1) Udara yang tercemar oleh asap dan debu. 2) Udara yang terlalu dingin. 3) Keadaan jiwa penderita, misalnya stres dan tekanan emosi. d. Radang paru-paru karena bakteri Tuberkulosis. Radang yang disebabkan oleh bakteri ini biasa disebut TBC paru-paru. e. Bronkitis yaitu adanya peradangan pada batang tenggorok (bronkus). f. Polip merupakan penyempitan saluran pernapasan akibat terjadinya pembengkakan kelenjar limfe. 6.3.3 Mengabstraksi ciri hewan invertebrata Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang, belut jeung, “lintah laut”, atau hagfish), amfibia, reptil, burung, serta hewan menyusui. Kecuali jenis-jenis ikan, vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai.Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa, dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru 6.4.1 Memilih alat ukur yang sesuai dengan besaran yang diukur Beberapa alat ukur, yaitu : 1. Meteran/mitar (mengukur panjang) 2. Termoter (mengukur suhu) 3. Neraca (Mengukur berat) 4. Makro meter scrup. 6.5.1 Mengkategorikan penyebab perubahan sifat benda. Setiap benda mempunyai sifat tertentu yang membedakannya dengan benda lain. Sifat benda meliputi bentuk, warna, kelenturan, kekerasan, dan bau. Sifat-sifat benda tersebut dapat berubah jika mengalami proses : 1. Pemanasan 2. Pembakaran 3. Pencampuran dengan air 4. Pembusukan 6.6.1 Menganalisis sifat-sifat cahaya Sifat-sifat cahaya adalah : 1. Cahaya merambat lurus 2. Cahaya dapat dipantulkan (Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitu pemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur) 3. Cahaya dapat dibiaskan (Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan) 4. Cahaya dapat diuraikan (Pelangi terjadi karena peristiwa penguraian cahaya (dispersi). Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna.) 6.6.2 Menyelidiki konsep kelistrikan dan kemagnetan Konsep kelistrikan dan kemagnetan memiliki kesamaan, listrik dan magnet sama-sama berbentuk arus yang memiliki dua kutub, yaitu kutub negative dan kutub positif. 6.6.3 Menganalisis jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari beberapa macam gaya berdasarkan sumbernya, antara lain gaya gravitasi, gaya magnet, dan gaya gesek. 6.6.4 Memprediksi peristiwa pemuaian dalam kehidupan sehari-hari Beberapa hal dalam kehidupan sehar-hari yang berkaitan dengan proses pemuaian benda, yaitu 1. Rel kereta pada bagian sambungannya dipasang renggang agar saat siang hari Diana sinar matahari memanasi bumi, maka rel kerata tersebut tidak melengkung/bengkok. 2. Pemasangan kaca jendela yang sengaja dibuat agak kendor, agar saat terkena panas tidak pecah. 6.6.5 Menganalisis peran kalor dalam mengubah suhu benda. Kalor dapat mengubah suhu benda melalui proses perambatan. Perambatan kalor tersebut terjadi dengan tiga cara, yaitu : 1. Konveksi (perambatan panas diikuti dengan perpindahan zat) 2. Konduksi (Perambatan panas dengan tidak diikuti perpindahan zat) 3. Radiasi (Perambatan panas tanpa pelantara). 6.7.1 Mengelompokkan planet-planet dalam tata surya Berdasarkan letak planet terhadap bumi, planet dikelompokkan menjadi planet dalam dan planet luar. Planet dalam terdiri terdiri dari Merkurius dan Venus karena kedua planet ini berada di dalam orbit bumi. Sedangkan Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus disebut planet luar karena berada di luar orbit bumi. 6.7.2 Menganalisis proses terjadinya tata surya Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda. 6.7.3 Mengidentifikasi lapisan-lapisan bumi. Bumi tersusun atas tiga lapisan. Lapisan Bumi mulai dari lapisan terluar sampai terdalam yaitu kerak, selubung, dan inti. Inti terdiri atas inti luar dan inti dalam. Keadaan ketiga lapisan Bumi tersebut dijelaskan dalam uraian berikut. 1. Kerak Kerak adalah lapisan terluar permukaan bumi yang berupa batuan keras dan dingin setebal 15–60 km. Pada lapisan kerak bagian atas, batuan telah mengalami pelapukan membentuk tanah. Di permukaan lapisan kerak inilah makhluk hidup tinggal dan menjalani hidupnya. Daratan terbentuk dari kerak benua. Sebagian besar kerak benua terbentuk dari batuan yang disebut granit. Dasar samudra terbentuk dari kerak samudra. Kerak samudra sebagian terbentuk dari batuan yang disebut basal. 2. Selubung atau Mantel Selubung atau mantel merupakan lapisan di bawah kerak yang tebalnyamencapai 2.900 kilometer. Lapisan mantel merupakan lapisan yang paling tebal. Mantel terletak di antara lapisan inti luar dengan kerak. Lapisan ini terdiri atas magma kental yang bersuhu 1.400°C–2.500°C. 3. Inti Inti terdiri atas dua bagian, yaitu inti luar dan inti dalam. Lapisan inti luar merupakan satu-satunya lapisan cair. Inti luar terdiri atas besi, nikel, dan oksigen. Lapisan ini mempunyai tebal ±2.255 kilometer. Adapun lapisan inti dalam setebal ±1.200 kilometer. Inti dalam merupakan bola logam yang padat dan mampat, bersuhu sangat panas sekitar 4.500°C. Lapisan ini terbentuk dari besi dan nikel padat. Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi.

KISI-KISI DAN PREDIKSI MATERI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU KELAS SD

MATERI PEMBELAJARAN IPA Banyak para guru calon peserta tes Uji Kompetesi Awal Seritifikasi Guru untuk Guru Kelas, bingung bagaimana mempersiapkan diri menghadapi test tersebut. Melalui kisi-kisi yang dapat dengan gratis didownload di web sergur, saya mencoba mempredeksi kemungkinan materi yang muncul dalam soal. Semoga bermanfaat bagi bapak dan ibu. Di bawah ini adalah prediksi kemungkinan materi soal yang muncul berdasarkan kisi-kisi Mata pelajaran IPA untuk guru kelas. Dan mohon maaf materi ini hanya prediksi pribadi saya, bukan berdasarkan bocoran atau informasi dari pihak mana pun.Karena ini hanyalah sebuah prediksi, maka jadikanlah ini hanya sebagai referensi atau pembanding saja. 5.1.2 Merumuskan tujuan pembelajaran (proses, produk, dan sikap) sifat benda padat, cair dan gas sesuai dengan karakteristik peserta didik dan materi ajar. Beberapa rumusan tujuan pembelajaran (prose, produk, dan sikaf) sifat benda padat, cair dan gas, diantaranya : 1. Melalui pengamatan siswa dapat menjelaskan sifat-sifat benda padat, cair dan gas. 2. Dengan percobaan, siswa dapat mengelompokkan benda-benda padat, cair dan gas. 3. Melalui pengamatan siswa dapat member contoh pemanfaat benda padat, cair dan gas dalam kehidupan sehari-hari. 5.1.3 Merancang kegiatan pembelajaran IPA melalui penyelidikan ilmiah agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan IPA Guru menyiapkan pembelajaran IPA dengan model pembelajaran inkuri, dimana siswa melakukan penyelidikan dan pengamatan melalui observasi untuk menemukan jawaban-jawaban dari rasa ingin tahu yang dimiliki oleh siswa. Dalam kegiatan ini guru menyiapkan lembar pengematan bagi siswa agar siswa mencatat semua proses pengamatannya sehingga mendapatkan kesimpulan akhir berkenaan dengan pembelajaran IPA. 5.1.4 Mengkombinasikan beragam pendekatan/ strategi/ metode/ teknik pembelajaran IPA untuk mencapai tujuan pembelajaran (produk, proses, dan sikap ilmiah) Pembelajaran IPA berawal dari rasa ingin tahu, kemudian melakukan proses penyerapan pengetahuan dari pengetahuan berkembang menjadi ilmu pengetahuan. Perolehan di dapat melalui percobaan, didukung oleh fakta, menggunakan metode perpikir yang sitematik sehingga dapat diterima secara universal. Ilmu pengathuan yang diperoleh ini untuk selanjutnya dnamakan produk. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan merupakan suatu proses. Dimulai dengan adanya masalah, kemudian berupaya untuk mengumpulkan informasi yang relevan, mencari beberapa alternatif jawaban, memilih jawaban yang paling mungkin benar, melakukan percobaan, dan memperoleh kesimpulan. Tahapan akhirnya, dimana proses pembuktian ilmiah telah terselesaikan, maka timbullah sikaf ilmiah . 5.1.5 Menggabungkan beragam asessmen dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran IPA (produk, proses, dan sikap ilmiah) Dalam mengevaluasi pembelajaran IPA perlu adanya upaya pengabungan asessmen. Asessmen adalah gabungan dari semua metode yang dikemas dan digunakan untuk menilai kinerja siswa, baik secara perseorangan maupun secara kelompok. Asessmen sistem penilaian yang merujuk pada penilaian menyeluruh meliputi beberapa asfek yang dimiliki siswa, meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikaf. Asesmen adalah suatu kegiatan mengevaluasi pendidikan dengan cara mengumpulkan data dan informasi mengenai siswa untuk menentukan strategi pengajaran yang tepat. 6.2.1 Menganalisis proses-proses fotosintesis pada tumbuhan Fotosintesis memerlukan cahaya matahari, klorofil, air, dan karbon dioksida. Air diserap oleh akar dari dalam tanah. Air dari akar menuju daun. Karbon dioksida diserap dari udara oleh daun melalui mulut daun atau stomata. Melalui fotosintesis, air dan karbon dioksida kemudian diubah menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan energi cahaya matahari. Apabila energi cahaya matahari 6.2.2 Menyimpulkan macam-macam pengangkutan pada tumbuhan Macam-macam pengangkutan pada tumbuhan, yaitu : 1. Jaringan Xilem Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman . fungsinya menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut, - Unsur trakeal terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang - Serabut Xilem yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing - Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan, tannin dan Kristal 2. Jaringan Floem Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut, - Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang - Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis serta plasmanya pekat - Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan dindingnya tebal - Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar, atau Kristal. 6.2.3 Menggambarkan hubungan manusia, lingkungan dan pemeliharaannya Manusia dan lingkungannya merupakan sebuah proses saling ketergantungan satu sama lain. Manusia dan lingkungan membentuk suatu ekosistem. Dalam ekositem yang utuh tersebut terdapat habitat-habitat yang kelestariannya harus senantiasa terjaga. Keberlangsungan hidup habitat-habitat mahluk hidup menjadi suber keseimbangan ekosistem.Untuk menjaga keseimbangan ekosistem maka ditempuh beberapa cara. Beberapa cara untuk pemeliharaan lingkungan yaitu : 1. Ek stitu (konservasi ek situ adalah upaya konservasi suatu species di luar habitat aslinya.) 2. In situ (Konservasi in situ adalah upaya konservasi suatu species di habitat aslinya) 6.3.1 Menganalisis gangguan-gangguan pencernaan makanan pada manusia. Berbagai penyakit dan gangguan (kelainan) dapat menyerang alat pencernaan. Penyakit dan gangguan itu dapat disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Selain itu, juga karena masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh seperti bakteri dan virus. Di bawah ini beberapa penyakit yang dapat menyerang alatalat pencernaan. 1. Mag (Radang Lambung) Penyakit ini ditandai dengan gejala lambung terasa perih dan mual. Penyakitmag disebabkan kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika kita tidak segera makan pada saat lapar, lambung menjadi kosong. Akibatnya, asam lambung (asam klorida) yang dihasilkan untuk mencerna makanan melukai lambung. 2. Apendisitis (Radang Umbai Cacing) Radang pada umbai cacing ditandai dengan sakit pada perut sebelah kananbawah dan biasanya disertai demam. Umbai cacing (apendiks) adalah tonjolan kecil pada usus buntu (sekum). Penyakit ini disebabkan adanya makanan yang masuk di apendiks dan membusuk. Pembusukan makanan di apendiks tersebut dapat mengakibatkan radang. 3. Disentri Penyakit disentri disebabkan oleh bakteri. Alat pencernaan yang diserang yaituusus. Penyakit ini ditandai dengan muntah-muntah dan buang air besar terusmenerus. Disentri dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan makanan dan perlengkapan makan. 4. Sembelit Gejala penyakit sembelit yaitu susah buang air besar. Penyakit ini disebabkanmakanan yang kita makan kurang berserat. Makanan kurang serat dapat mengganggu proses pencernaan. Serat makanan membantu penyerapan air di usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap air. Akibatnya, sisa makanan menjadi padat sehingga sulit dikeluarkan. Contoh makanan berserat yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan. 6.3.2 Menganalisis kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan manusia Proses pernapasan dapat terganggu jika ada salah satu alat pernapasan mengalami gangguan. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh kuman maupun polusi udara. Beberapa gangguan maupun penyakit pada alat pernapasan sebagai berikut. a. Influenza (flu) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Orang yang terserang flu akan mengalami demam, menggigil, batuk, sakit kepala, bersin-bersin, serta nyeri punggung. Lendir yang keluar dari hidung menutup lubang hidung sehingga udara terhalang masuk dan mengganggu pernapasan. b. Sesak napas merupakan gangguan pernapasan karena udara yang tercemar oleh asap. Asap dapat berasal dari pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan rokok. Selain asap, debu juga dapat mengakibatkan sesak napas. c. Asma yaitu gangguan pernapasan karena penyempitan saluran pernapasan. Menyempitnya saluran pernapasan dapat terjadi karena beberapa hal berikut. 1) Udara yang tercemar oleh asap dan debu. 2) Udara yang terlalu dingin. 3) Keadaan jiwa penderita, misalnya stres dan tekanan emosi. d. Radang paru-paru karena bakteri Tuberkulosis. Radang yang disebabkan oleh bakteri ini biasa disebut TBC paru-paru. e. Bronkitis yaitu adanya peradangan pada batang tenggorok (bronkus). f. Polip merupakan penyempitan saluran pernapasan akibat terjadinya pembengkakan kelenjar limfe. 6.3.3 Mengabstraksi ciri hewan invertebrata Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang, belut jeung, “lintah laut”, atau hagfish), amfibia, reptil, burung, serta hewan menyusui. Kecuali jenis-jenis ikan, vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai.Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa, dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru 6.4.1 Memilih alat ukur yang sesuai dengan besaran yang diukur Beberapa alat ukur, yaitu : 1. Meteran/mitar (mengukur panjang) 2. Termoter (mengukur suhu) 3. Neraca (Mengukur berat) 4. Makro meter scrup. 6.5.1 Mengkategorikan penyebab perubahan sifat benda. Setiap benda mempunyai sifat tertentu yang membedakannya dengan benda lain. Sifat benda meliputi bentuk, warna, kelenturan, kekerasan, dan bau. Sifat-sifat benda tersebut dapat berubah jika mengalami proses : 1. Pemanasan 2. Pembakaran 3. Pencampuran dengan air 4. Pembusukan 6.6.1 Menganalisis sifat-sifat cahaya Sifat-sifat cahaya adalah : 1. Cahaya merambat lurus 2. Cahaya dapat dipantulkan (Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitu pemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur) 3. Cahaya dapat dibiaskan (Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan) 4. Cahaya dapat diuraikan (Pelangi terjadi karena peristiwa penguraian cahaya (dispersi). Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna.) 6.6.2 Menyelidiki konsep kelistrikan dan kemagnetan Konsep kelistrikan dan kemagnetan memiliki kesamaan, listrik dan magnet sama-sama berbentuk arus yang memiliki dua kutub, yaitu kutub negative dan kutub positif. 6.6.3 Menganalisis jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari beberapa macam gaya berdasarkan sumbernya, antara lain gaya gravitasi, gaya magnet, dan gaya gesek. 6.6.4 Memprediksi peristiwa pemuaian dalam kehidupan sehari-hari Beberapa hal dalam kehidupan sehar-hari yang berkaitan dengan proses pemuaian benda, yaitu 1. Rel kereta pada bagian sambungannya dipasang renggang agar saat siang hari Diana sinar matahari memanasi bumi, maka rel kerata tersebut tidak melengkung/bengkok. 2. Pemasangan kaca jendela yang sengaja dibuat agak kendor, agar saat terkena panas tidak pecah. 6.6.5 Menganalisis peran kalor dalam mengubah suhu benda. Kalor dapat mengubah suhu benda melalui proses perambatan. Perambatan kalor tersebut terjadi dengan tiga cara, yaitu : 1. Konveksi (perambatan panas diikuti dengan perpindahan zat) 2. Konduksi (Perambatan panas dengan tidak diikuti perpindahan zat) 3. Radiasi (Perambatan panas tanpa pelantara). 6.7.1 Mengelompokkan planet-planet dalam tata surya Berdasarkan letak planet terhadap bumi, planet dikelompokkan menjadi planet dalam dan planet luar. Planet dalam terdiri terdiri dari Merkurius dan Venus karena kedua planet ini berada di dalam orbit bumi. Sedangkan Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus disebut planet luar karena berada di luar orbit bumi. 6.7.2 Menganalisis proses terjadinya tata surya Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda. 6.7.3 Mengidentifikasi lapisan-lapisan bumi. Bumi tersusun atas tiga lapisan. Lapisan Bumi mulai dari lapisan terluar sampai terdalam yaitu kerak, selubung, dan inti. Inti terdiri atas inti luar dan inti dalam. Keadaan ketiga lapisan Bumi tersebut dijelaskan dalam uraian berikut. 1. Kerak Kerak adalah lapisan terluar permukaan bumi yang berupa batuan keras dan dingin setebal 15–60 km. Pada lapisan kerak bagian atas, batuan telah mengalami pelapukan membentuk tanah. Di permukaan lapisan kerak inilah makhluk hidup tinggal dan menjalani hidupnya. Daratan terbentuk dari kerak benua. Sebagian besar kerak benua terbentuk dari batuan yang disebut granit. Dasar samudra terbentuk dari kerak samudra. Kerak samudra sebagian terbentuk dari batuan yang disebut basal. 2. Selubung atau Mantel Selubung atau mantel merupakan lapisan di bawah kerak yang tebalnyamencapai 2.900 kilometer. Lapisan mantel merupakan lapisan yang paling tebal. Mantel terletak di antara lapisan inti luar dengan kerak. Lapisan ini terdiri atas magma kental yang bersuhu 1.400°C–2.500°C. 3. Inti Inti terdiri atas dua bagian, yaitu inti luar dan inti dalam. Lapisan inti luar merupakan satu-satunya lapisan cair. Inti luar terdiri atas besi, nikel, dan oksigen. Lapisan ini mempunyai tebal ±2.255 kilometer. Adapun lapisan inti dalam setebal ±1.200 kilometer. Inti dalam merupakan bola logam yang padat dan mampat, bersuhu sangat panas sekitar 4.500°C. Lapisan ini terbentuk dari besi dan nikel padat. Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi.

KISI-KISI DAN PREDIKSI MATERI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU KELAS SD

MATERI PEMBELAJARAN IPA Banyak para guru calon peserta tes Uji Kompetesi Awal Seritifikasi Guru untuk Guru Kelas, bingung bagaimana mempersiapkan diri menghadapi test tersebut. Melalui kisi-kisi yang dapat dengan gratis didownload di web sergur, saya mencoba mempredeksi kemungkinan materi yang muncul dalam soal. Semoga bermanfaat bagi bapak dan ibu. Di bawah ini adalah prediksi kemungkinan materi soal yang muncul berdasarkan kisi-kisi Mata pelajaran IPA untuk guru kelas. Dan mohon maaf materi ini hanya prediksi pribadi saya, bukan berdasarkan bocoran atau informasi dari pihak mana pun.Karena ini hanyalah sebuah prediksi, maka jadikanlah ini hanya sebagai referensi atau pembanding saja. 5.1.2 Merumuskan tujuan pembelajaran (proses, produk, dan sikap) sifat benda padat, cair dan gas sesuai dengan karakteristik peserta didik dan materi ajar. Beberapa rumusan tujuan pembelajaran (prose, produk, dan sikaf) sifat benda padat, cair dan gas, diantaranya : 1. Melalui pengamatan siswa dapat menjelaskan sifat-sifat benda padat, cair dan gas. 2. Dengan percobaan, siswa dapat mengelompokkan benda-benda padat, cair dan gas. 3. Melalui pengamatan siswa dapat member contoh pemanfaat benda padat, cair dan gas dalam kehidupan sehari-hari. 5.1.3 Merancang kegiatan pembelajaran IPA melalui penyelidikan ilmiah agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan IPA Guru menyiapkan pembelajaran IPA dengan model pembelajaran inkuri, dimana siswa melakukan penyelidikan dan pengamatan melalui observasi untuk menemukan jawaban-jawaban dari rasa ingin tahu yang dimiliki oleh siswa. Dalam kegiatan ini guru menyiapkan lembar pengematan bagi siswa agar siswa mencatat semua proses pengamatannya sehingga mendapatkan kesimpulan akhir berkenaan dengan pembelajaran IPA. 5.1.4 Mengkombinasikan beragam pendekatan/ strategi/ metode/ teknik pembelajaran IPA untuk mencapai tujuan pembelajaran (produk, proses, dan sikap ilmiah) Pembelajaran IPA berawal dari rasa ingin tahu, kemudian melakukan proses penyerapan pengetahuan dari pengetahuan berkembang menjadi ilmu pengetahuan. Perolehan di dapat melalui percobaan, didukung oleh fakta, menggunakan metode perpikir yang sitematik sehingga dapat diterima secara universal. Ilmu pengathuan yang diperoleh ini untuk selanjutnya dnamakan produk. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan merupakan suatu proses. Dimulai dengan adanya masalah, kemudian berupaya untuk mengumpulkan informasi yang relevan, mencari beberapa alternatif jawaban, memilih jawaban yang paling mungkin benar, melakukan percobaan, dan memperoleh kesimpulan. Tahapan akhirnya, dimana proses pembuktian ilmiah telah terselesaikan, maka timbullah sikaf ilmiah . 5.1.5 Menggabungkan beragam asessmen dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran IPA (produk, proses, dan sikap ilmiah) Dalam mengevaluasi pembelajaran IPA perlu adanya upaya pengabungan asessmen. Asessmen adalah gabungan dari semua metode yang dikemas dan digunakan untuk menilai kinerja siswa, baik secara perseorangan maupun secara kelompok. Asessmen sistem penilaian yang merujuk pada penilaian menyeluruh meliputi beberapa asfek yang dimiliki siswa, meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikaf. Asesmen adalah suatu kegiatan mengevaluasi pendidikan dengan cara mengumpulkan data dan informasi mengenai siswa untuk menentukan strategi pengajaran yang tepat. 6.2.1 Menganalisis proses-proses fotosintesis pada tumbuhan Fotosintesis memerlukan cahaya matahari, klorofil, air, dan karbon dioksida. Air diserap oleh akar dari dalam tanah. Air dari akar menuju daun. Karbon dioksida diserap dari udara oleh daun melalui mulut daun atau stomata. Melalui fotosintesis, air dan karbon dioksida kemudian diubah menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan energi cahaya matahari. Apabila energi cahaya matahari 6.2.2 Menyimpulkan macam-macam pengangkutan pada tumbuhan Macam-macam pengangkutan pada tumbuhan, yaitu : 1. Jaringan Xilem Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman . fungsinya menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut, - Unsur trakeal terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang - Serabut Xilem yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing - Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan, tannin dan Kristal 2. Jaringan Floem Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut, - Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang - Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis serta plasmanya pekat - Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan dindingnya tebal - Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar, atau Kristal. 6.2.3 Menggambarkan hubungan manusia, lingkungan dan pemeliharaannya Manusia dan lingkungannya merupakan sebuah proses saling ketergantungan satu sama lain. Manusia dan lingkungan membentuk suatu ekosistem. Dalam ekositem yang utuh tersebut terdapat habitat-habitat yang kelestariannya harus senantiasa terjaga. Keberlangsungan hidup habitat-habitat mahluk hidup menjadi suber keseimbangan ekosistem.Untuk menjaga keseimbangan ekosistem maka ditempuh beberapa cara. Beberapa cara untuk pemeliharaan lingkungan yaitu : 1. Ek stitu (konservasi ek situ adalah upaya konservasi suatu species di luar habitat aslinya.) 2. In situ (Konservasi in situ adalah upaya konservasi suatu species di habitat aslinya) 6.3.1 Menganalisis gangguan-gangguan pencernaan makanan pada manusia. Berbagai penyakit dan gangguan (kelainan) dapat menyerang alat pencernaan. Penyakit dan gangguan itu dapat disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Selain itu, juga karena masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh seperti bakteri dan virus. Di bawah ini beberapa penyakit yang dapat menyerang alatalat pencernaan. 1. Mag (Radang Lambung) Penyakit ini ditandai dengan gejala lambung terasa perih dan mual. Penyakitmag disebabkan kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika kita tidak segera makan pada saat lapar, lambung menjadi kosong. Akibatnya, asam lambung (asam klorida) yang dihasilkan untuk mencerna makanan melukai lambung. 2. Apendisitis (Radang Umbai Cacing) Radang pada umbai cacing ditandai dengan sakit pada perut sebelah kananbawah dan biasanya disertai demam. Umbai cacing (apendiks) adalah tonjolan kecil pada usus buntu (sekum). Penyakit ini disebabkan adanya makanan yang masuk di apendiks dan membusuk. Pembusukan makanan di apendiks tersebut dapat mengakibatkan radang. 3. Disentri Penyakit disentri disebabkan oleh bakteri. Alat pencernaan yang diserang yaituusus. Penyakit ini ditandai dengan muntah-muntah dan buang air besar terusmenerus. Disentri dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan makanan dan perlengkapan makan. 4. Sembelit Gejala penyakit sembelit yaitu susah buang air besar. Penyakit ini disebabkanmakanan yang kita makan kurang berserat. Makanan kurang serat dapat mengganggu proses pencernaan. Serat makanan membantu penyerapan air di usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap air. Akibatnya, sisa makanan menjadi padat sehingga sulit dikeluarkan. Contoh makanan berserat yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan. 6.3.2 Menganalisis kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan manusia Proses pernapasan dapat terganggu jika ada salah satu alat pernapasan mengalami gangguan. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh kuman maupun polusi udara. Beberapa gangguan maupun penyakit pada alat pernapasan sebagai berikut. a. Influenza (flu) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Orang yang terserang flu akan mengalami demam, menggigil, batuk, sakit kepala, bersin-bersin, serta nyeri punggung. Lendir yang keluar dari hidung menutup lubang hidung sehingga udara terhalang masuk dan mengganggu pernapasan. b. Sesak napas merupakan gangguan pernapasan karena udara yang tercemar oleh asap. Asap dapat berasal dari pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan rokok. Selain asap, debu juga dapat mengakibatkan sesak napas. c. Asma yaitu gangguan pernapasan karena penyempitan saluran pernapasan. Menyempitnya saluran pernapasan dapat terjadi karena beberapa hal berikut. 1) Udara yang tercemar oleh asap dan debu. 2) Udara yang terlalu dingin. 3) Keadaan jiwa penderita, misalnya stres dan tekanan emosi. d. Radang paru-paru karena bakteri Tuberkulosis. Radang yang disebabkan oleh bakteri ini biasa disebut TBC paru-paru. e. Bronkitis yaitu adanya peradangan pada batang tenggorok (bronkus). f. Polip merupakan penyempitan saluran pernapasan akibat terjadinya pembengkakan kelenjar limfe. 6.3.3 Mengabstraksi ciri hewan invertebrata Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang, belut jeung, “lintah laut”, atau hagfish), amfibia, reptil, burung, serta hewan menyusui. Kecuali jenis-jenis ikan, vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai.Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa, dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru 6.4.1 Memilih alat ukur yang sesuai dengan besaran yang diukur Beberapa alat ukur, yaitu : 1. Meteran/mitar (mengukur panjang) 2. Termoter (mengukur suhu) 3. Neraca (Mengukur berat) 4. Makro meter scrup. 6.5.1 Mengkategorikan penyebab perubahan sifat benda. Setiap benda mempunyai sifat tertentu yang membedakannya dengan benda lain. Sifat benda meliputi bentuk, warna, kelenturan, kekerasan, dan bau. Sifat-sifat benda tersebut dapat berubah jika mengalami proses : 1. Pemanasan 2. Pembakaran 3. Pencampuran dengan air 4. Pembusukan 6.6.1 Menganalisis sifat-sifat cahaya Sifat-sifat cahaya adalah : 1. Cahaya merambat lurus 2. Cahaya dapat dipantulkan (Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitu pemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur) 3. Cahaya dapat dibiaskan (Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan) 4. Cahaya dapat diuraikan (Pelangi terjadi karena peristiwa penguraian cahaya (dispersi). Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna.) 6.6.2 Menyelidiki konsep kelistrikan dan kemagnetan Konsep kelistrikan dan kemagnetan memiliki kesamaan, listrik dan magnet sama-sama berbentuk arus yang memiliki dua kutub, yaitu kutub negative dan kutub positif. 6.6.3 Menganalisis jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari beberapa macam gaya berdasarkan sumbernya, antara lain gaya gravitasi, gaya magnet, dan gaya gesek. 6.6.4 Memprediksi peristiwa pemuaian dalam kehidupan sehari-hari Beberapa hal dalam kehidupan sehar-hari yang berkaitan dengan proses pemuaian benda, yaitu 1. Rel kereta pada bagian sambungannya dipasang renggang agar saat siang hari Diana sinar matahari memanasi bumi, maka rel kerata tersebut tidak melengkung/bengkok. 2. Pemasangan kaca jendela yang sengaja dibuat agak kendor, agar saat terkena panas tidak pecah. 6.6.5 Menganalisis peran kalor dalam mengubah suhu benda. Kalor dapat mengubah suhu benda melalui proses perambatan. Perambatan kalor tersebut terjadi dengan tiga cara, yaitu : 1. Konveksi (perambatan panas diikuti dengan perpindahan zat) 2. Konduksi (Perambatan panas dengan tidak diikuti perpindahan zat) 3. Radiasi (Perambatan panas tanpa pelantara). 6.7.1 Mengelompokkan planet-planet dalam tata surya Berdasarkan letak planet terhadap bumi, planet dikelompokkan menjadi planet dalam dan planet luar. Planet dalam terdiri terdiri dari Merkurius dan Venus karena kedua planet ini berada di dalam orbit bumi. Sedangkan Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus disebut planet luar karena berada di luar orbit bumi. 6.7.2 Menganalisis proses terjadinya tata surya Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda. 6.7.3 Mengidentifikasi lapisan-lapisan bumi. Bumi tersusun atas tiga lapisan. Lapisan Bumi mulai dari lapisan terluar sampai terdalam yaitu kerak, selubung, dan inti. Inti terdiri atas inti luar dan inti dalam. Keadaan ketiga lapisan Bumi tersebut dijelaskan dalam uraian berikut. 1. Kerak Kerak adalah lapisan terluar permukaan bumi yang berupa batuan keras dan dingin setebal 15–60 km. Pada lapisan kerak bagian atas, batuan telah mengalami pelapukan membentuk tanah. Di permukaan lapisan kerak inilah makhluk hidup tinggal dan menjalani hidupnya. Daratan terbentuk dari kerak benua. Sebagian besar kerak benua terbentuk dari batuan yang disebut granit. Dasar samudra terbentuk dari kerak samudra. Kerak samudra sebagian terbentuk dari batuan yang disebut basal. 2. Selubung atau Mantel Selubung atau mantel merupakan lapisan di bawah kerak yang tebalnyamencapai 2.900 kilometer. Lapisan mantel merupakan lapisan yang paling tebal. Mantel terletak di antara lapisan inti luar dengan kerak. Lapisan ini terdiri atas magma kental yang bersuhu 1.400°C–2.500°C. 3. Inti Inti terdiri atas dua bagian, yaitu inti luar dan inti dalam. Lapisan inti luar merupakan satu-satunya lapisan cair. Inti luar terdiri atas besi, nikel, dan oksigen. Lapisan ini mempunyai tebal ±2.255 kilometer. Adapun lapisan inti dalam setebal ±1.200 kilometer. Inti dalam merupakan bola logam yang padat dan mampat, bersuhu sangat panas sekitar 4.500°C. Lapisan ini terbentuk dari besi dan nikel padat. Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi.

Sabtu, 12 Mei 2012

PRABU GARDA PATI


Gardapati Prabu Gardapati adalah raja Puralaya atau Turilaya,sebuah kerajaan kecil yang merupakan taklukan Kerajaan Astina.Dalam Baratayuda,bersama saudaranya,Prabu Gardamuka,ia merancang siasat jitu dengan memecah pasukan Pandawa dan menjebak Bima serta Arjuna.Siasat yang diusulkan itu disetujui Duryudana. Pada mulanya Gardapati sengaja memanas-manasi Bima dengan menantang dan memperolokkannya.Bima yang bernafsu mengejar Prabu Gardapati mengeluarkan senjata cis sakti,membenamkan tanah di belakangnya,dan seketika itu tanah berubah menjadi kolam lumpur yang dalam.Tanpa menduga adanya jebakan itu,Bima masuk ke dalam kubangan lumpur yang dalam.Arjuna yang melihat abangnya berada dalam bahaya segera menolong,tetapi sebelum ia berhasil menarik Bima,Prabu Garadapati tiba-tiba mendorongnya sehingga ikut pula masuk dalam jebakan itu. Setelah berhasil menjebak Bima dan Arjuna,Prabu Gardapati segera melapor pada Prabu Anom Duryudana untuk meminta perintah lebih lanjut,apakah kedua ksatria andalan Pandawa itu dibiarkan mati perlahan-lahan terbenam dalam lumpur atau langsung dibunuh.Atas saran Patih Sengkuni,Prabu Anom Duryudana memerintahkan Gardapati untuk memenggal kepala Bima dan Arjuna.Kedua kepala ksatria andalan Pandawa itu rencananya akan dipertontonkan pada keluarga dan prajurit Pandawa untuk melemahkan semangat tempur mereka.Jika itu terjadi,Duryudana yakin bahwa Pandawa yang tinggal tersisa tiga orang itu akan langsung menyerah kalah.Dengan demikian Baratayuda akan dimenangkan pihak Kurawa. Dengan adanya perintah itu Prabu Gardapati bergegas kembali ke kubangan lumpur.Hatinya dipenuhi rasa puas dan bangga,sehingga kurang waspada.Dengan sepucuk pedang ia akan memenggal kepala Bima,tetapi saat itulah Bima melompat dan menarik tangan Prabu Gardapati yang sedang mengayunkan pedangnya,sehingga ikut pula jatuh ke kubangan lumpur.Sebelum Gardapati sempat menghindar,Bima telah menyambar tubuhnya,membenamkannya ke dalam lumpur dan menggunakan tubuh lawannya sebagai batu loncatan ke atas.Maka selamatlah Bima dan Arjuna,sedangkan Prabu Gardapati tewas terbenam dalam lumpur maut ciptaannya sendiri.

EVALUASI SEMESTER 2 IPS KLAS 6


EVALUASI SEMESTER 2 Kerjakan di buku latihanmu! A. Pilihlah jawaban yang paling benar. 1. Berikut ini provinsi baru hasil pemekaran Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu .... a. Gorontalo c. Sulawesi Utara b. Sulawesi Tenggara d. Sulawesi Barat 2. Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, yaitu sejauh .... a. 200 mil c. 200 km b. 20 mil d. 12 mil 3. Negara di Asia Tenggara yang belum pernah mengalami penjajahan, yaitu .... a. Indonesia c. Brunei Darussalam b. Singapura d. Thailand 4. Berikut ini negara di Asia Tenggara yang berbentuk kepulauan, yaitu .... a. Indonesia c. Kanada b. Swiss d. Timor Leste 5. Puncak tertinggi Pegunungan Himalaya, yaitu .... a. Gunung Aconcagua c. Gunung Everest b. Puncak Jaya d. Gunung Elbert 6. Gurun yang terdapat di Benua Asia, yaitu .... a. Gurun Sahara c. Gurun Victoria b. Gurun Gobi d. Gurun Gibson 7. Berikut ini gejala alam diakibatkan ulah manusia adalah .... a. angin topan c. gempa bumi b. banjir d. gunung meletus 8. Negara yang juga dilanda tsunami pada tahun 2004, yaitu .... a. Papua Nugini c. Filipina b. Malaysia d. Sri Lanka 9. Berikut ini tanda-tanda alam gunung akan meletus, yaitu .... a. hewan liar naik ke lereng gunung b. sumber air melimpah c. udara terasa sejuk d. udara di sekitar gunung terasa panas 10. Berikut ini penyebab terjadinya tanah longsor, yaitu .... a. penambangan liar di lereng bukit b. membuang sampah sembarangan c. membuat api unggun di hutan d. reboisasi 11. Berikut ini cara menghadapi gempa bumi, yaitu .... a. mencari tempat yang lebih tinggi b. berlindung di bawah pohon c. berlindung di bawah meja d. diam di dalam rumah 12. Gejala alam akibat pergeseran lempeng permukaan bumi disebut .... a. gunung meletus c. gempa bumi b. angin topan d. tanah longsor 13. Berikut ini cara menghadapi badai saat sedang naik kendaraan, yaitu .... a. menambah kecepatan c. berhenti di bawah papan iklan b. berhenti di bawah pohon d. berhenti di tempat terbuka 14. Gejala alam yang juga rawan terjadi di Filipina, yaitu .... a. gunung meletus c. gempa bumi b. badai d. lumpur panas 15. Berikut ini cara mencegah banjir, yaitu .... a. membuang sampah di sungai b. menebang pohon secara liar c. membuat daerah-daerah serapan air d. membuang sampah ke sungai 16. Berikut ini dampak positif globalisasi, yaitu .... a. kerja keras c. komunikasi sulit b. hidup konsumtif d. transportasi menjadi mahal 17. Berikut ini dampak globalisasi terhadap pola makan masyarakat, yaitu .... a. masyarakat lebih suka menggunakan kaus b. masyarakat mengonsumsi makanan cepat saji c. masyarakat berkomunikasi menggunakan telepon selular d. masyarakat lebih suka berbelanja di mal 18. Berikut ini peran aktif Indonesia dalam era globalisasi di bidang ekonomi, yaitu .... a. tergabung sebagai anggota OPEC b. latihan bersama dengan tentara negara lain c. melakukan pertukaran pelajar d. mengirimkan misi kebudayaan ke luar negeri 19. Berikut ini cara menyikapi dampak negatif globalisasi, yaitu .... a. meniru c. menolak b. tidak peduli d. menerima 20. Berikut ini contoh perusahaan asing yang ada di Indonesia, yaitu .... a. PT Freeport c. Bank BRI b. PT Telkom d. PT Pertamina 21. Berikut ini alasan berdirinya perusahaan asing di Indonesia, yaitu .... a. sumber daya alamnya terbatas c. pajaknya tinggi b. tenaga kerja yang mahal d. harga tanah murah 22. Berikut ini dampak positif adanya perusahaan asing di Indonesia, yaitu .... a. pengangguran bertambah b. meningkatnya penghasilan masyarakat c. pencemaran lingkungan d. menurunnya devisa negara 23. Berikut ini dampak negatif adanya perusahaan asing di Indonesia, yaitu .... a. pencemaran lingkungan b. masyarakat Indonesia menjadi tenaga ahli c. perusahaan dalam negeri berkembang d. penghasilan masyarakat meningkat 24. Orang atau badan yang menjual barang ke luar negeri disebut .... a. investor c. eksportir b. importir d. pengusaha 25. Berikut ini jasa yang diekspor Indonesia, yaitu .... a. pinjaman modal c. transportasi udara b. objek wisata d. TKI dan TKW 26. Berikut ini termasuk barang migas, yaitu .... a. minyak bumi c. kopi b. kelapa sawit d. teh 27. Berikut ini barang yang diimpor oleh Indonesia dari Jepang, yaitu .... a. kopi c. beras b. gandum d. sepeda motor 28. Indonesia mengimpor beras dari .... a. Australia c. Cina b. Thailand d. Korea Selatan 29. Keuntungan kegiatan impor bagi Indonesia, yaitu .... a. menambah devisa negara Indonesia b. kebutuhan dalam negeri tercukupi c. mengurangi pengangguran d. mengurangi jumlah produksi 30. Indonesia mengekspor suku cadang telkom ke negara .... a. Brunei Darussalam c. Singapura b. Thailand d. Belanda B. Isilah titik-titik dengan jawaban paling benar. 1. Gorontalo merupakan pemekaran dari provinsi .... 2. Sungai yang mengalir dari Vietnam, Laos hingga Kamboja, yaitu .... 3. Benua yang sekaligus wilayah satu negara, yaitu .... 4. Kenampakan alam buatan yang terkenal di Mesir, yaitu ... dan .... 5. Gempa bumi akibat pergeseran lempeng permukaan bumi disebut .... 6. Gempa yang terjadi di tengah laut dapat menyebabkan gejala alam .... 7. Pengaruh negatif globalisasi harus kita .... 8. Bekerja sama dengan investor asing merupakan peranan Indonesia di era globalisasi dalam bidang .... 9. Berlindung di bawah meja merupakan salah satu cara menghadapi .... 10. Mengurangi pengangguran merupakan keuntungan adanya perusahaan asing di bidang .... 11. Orang atau badan yang membeli barang dari luar negeri disebut .... 12. Minyak dan gas bumi disebut dengan barang .... 13. Indonesia mengimpor gandum dari .... 14. Organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi disebut .... 15. Menyaksikan pertandingan olahraga langsung di televisi adalah globalisasi di bidang .... C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar. 1. Sebutkan gejala alam yang pernah terjadi di daerahmu. 2. Jelaskan dampak globalisasi terhadap perilaku pola makan masyarakat. 3. Sebutkan alasan berdirinya perusahaan asing di Indonesia. 4. Sebutkan 10 barang yang diekspor oleh Indonesia. 5. Sebutkan manfaat kegiatan ekspor dan impor.

PRANATA CARA PENGANTIN


Pranatacara Mantenan PRANATACARA Assalamu’alaikum Wr.Wb. 1. Nuwun, para tamu kakung putri ingkang kinurmatan, pambyawara hangaturaken sugeng rawuh, mugi kepareng hamrayogekaken lelenggahan ngantos titi purnaning pamiwahan ing dinten punika. Para tamu kakung putri ingkang kawula hormati, Saderengipun tatacara pamiwahan kawiwitan, pambyawara kepareng hangaturaken rerantaman adicara pamiwahan ingkang badhe linampahan ing dinten punika: 1) Lenggahanipun temanten putri 2) Rawuhipun temanten kakung 3) Mlebetipun temanten dhateng pasamuwan 4) Pasrahan temanten kakung 5) Panampining pasrah 6) Adicara panggih 7) Adicara kacar-kucur 8) Rawuhipun tamu besan 9) Adicara pangabekten 10) Adicara atur pambagya harja 11) Adicara kirab 12) Adicara paring nursitawara 13) Purnaning pamiwahan Pambyawara maos rerantaman adicara ingkang baku-baku kemawon. Makaten rerantamaning adicara pamiwahan ing dinten punika. Wasana mugi kepareng hamrayogekaken lenggah, sinambi amidhangetaken laras ing pradangga anguyu-uyu. Nuwun. 2. Ngacarani Lenggahipun Temanten Putri Kula nuwun, para tamu kakung putri ingkang kawula hormati, Temanten putri sampun purna ngadi busana. Kairingaken dening Ibu Sri Supanti, kakanthi Ibu Widarti lan Ibu Widarsi, kadherekaken sawetawis paraga temanten putri tumunten badhe miyos lenggah ing palenggahan temanten. Miyosing temanten karengga ketawang Puspawarna, Laras Slendro pathet manyura. Sumangga. 3. Ngacarani Rawuhipun Temanten Kakung Nuwun para tamu kakung putri, temanten kakung sapendherek sampun kepareng rawuh. Rawuhipun temanten kabiwadha Lancaran Kebogiro Pelog Pathet barang, sumangga. 4. Ngacarani Mlebetipun Temanten dhateng Pasamuwan Para tamu kakung putri, temanten kakung sapendherekipun sampun tata rakit ing wiwaraning pasamuwan. Ingkang punika paraga ingkang kajibah sumangga kemunten keparenga hangacarani rawuhipun temanten ing pasamuwan. Tindakipun temanten kabiwadha ungeling Ladrang Wilujeng Bedhayan, Laras Pelog pathet barang. Sumangga. 5. Ngacarani Pasrahan Temanten Kakung Bapa Suratman, sampun samapta ing karya. Samanten ugi Bapa Surono Dibyo Susilo, Bapa Sumarno, Bapa Widodo sarta Bapa Bambang Prasetya sampun siyaga tumanggaping damel. Awit saking punika wanci kaaturaken ing ngarsanipun Bapa Suratman. Sumangga. 6. Ngacarani Panampining Pasrah Sampun purna paring pangandikanipun Bapa Suratman hamasrahaken temanten kakung. Pasrahing temanten nunten katampi dening Bapa Rukmanto Sudirahusada lumantar panjenenganipun Bapa Surono Dibyo Susilo wanci kaaturaken. Sumangga. 7. Ngacarani Adicara Panggih Para tamu kakung putri, tumunten badhe katindakaken adicara panggihing temanten. Paraga ingkang tinanggenah keparenga nyawisaken pirantos sacekapipun. Panggihing temanten karigenaken dening Ibu Sri Supanti. Awit saking punika Ibu Sri Supanti keparenga nganthi temanten putri anuju dhateng papaning panggih. Para tamu kasuwun paringipun puji pangestu dhumateng temanten kekalih. Panggihing temanten kabiwadha ungeling gendhing Monggang kalajengaken Ketawang Larasmaya Pelog Barang. Sumanggga. 8. Ngacarani Adicara Kacar-Kucur Para tamu kakung putri, adicara panggihing temanten sampun tumapak kanthi prayogi, wilujeng nir ing sambikala. Salajengipun konjuk ngarsanipun Ibu Sri Supanti keparenga nglajengaken adicara kacar-kucur tuwin adicara adat saperlunipun. 9. Ngacarani Rawuhipun Tamu Besan Kula nuwun para tamu, wit saking notoling manah kepengin paring pangestu dhateng temanten kekalih sarta raket rumaketing bebesanan, Bapak Ibu Warsono Sastro Hadi Kusuma kepareng rawuh ing pasamuwan punika. Ingkang tinanggenah keparenga hangacarani rawuhipun tamu besan. Mrih renggeping swasana, rawuhipun Besan kinurmatan Ladrang Tirtakencana, Laras Pelog Nem. Sumangga. 10. Ngacarani Adicara Pangabekten Sanggya para tamu, kadang besan sutresna panjenenganipun Bapak Ibu Warsono Sastro Hadi Kusuma sampun lenggah aben ajeng kaliyan panjenenganipun Bapak Ibu Rukmanto Sudirahusada wonten sasana ingkang sampun sumadya, keparenging sedya badhe hanampi sungkeming putra temanten sarimbit. Dhumateng para-para ingkang piniji rahayuning sedya kasumanggakaken. Tumapaking adicara sungkeman binarung ungeling Ladrang Mugi Rahayu laras slendro pathet manyura. Sumangga. 11. Ngacarani Adicara Atur Pambagya Para tamu kakung sumawana putri, panjenenganipun Bapa Rukmanto Sudirahusada badhe marak ngabyantara sami, saperlu ngaturaken pambagyaharja, miwah wudharing gantha, lekas wekasing sedya, wigatosing gati. Inggih kabekta saking raos bombong miwah mongkoging manah, karana karoban ing sih sedaya ingkang sampun kepareng hanjenengi, saengga boten kuwawi matur piyambak, jrih menawi boten saged kawiyos ing lathi, namung kandheg wonten ing jangga, mila lajeng hanyaraya dhumateng panjenenganipun Bapa Tukijo Djoko Suhardjo. Ing salajengipun dhumateng para-para ingkang piniji, sasana saha swasana kawula sumanggakaken. Sumangga. 12. Ngacarani Adicara Kirab Kanarendran Sanggya para tamu, keparenging sedya temanten sarimbit badhe jengkar saking sasana wiwaha, arsa kinirapaken wonten ngarsaning para tamu, tumunten manjing ing sasana busana, saperlu rucat busana kanarendran, santun busana ksatriyan. Tataning kirab sinanggit ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Kados-kados sampun samekta ing gati para paraga ingkang badhe njengkaraken putra temanten, menggah kaleksananing sedya kawula sumanggakaken dhumateng para-para ingkang piniji. Jengkaring Sang Suba Manggala, lamun cinandra kawistara piyaking ngarsa tangkep ing wuri Gendhing Ayak-ayakan laras pelog pathet barang. Wondene jengkaring temanten sarimbit saking sasana wiwaha tumuju sasana busana binarung ungeling Ketawang Langenggita Sri Narendra laras pelog pathet barang. Sumangga. 13. Ngacarani Adicara Kirab Kasatriyan Para tamu kakung sumawana putri ingkang winantu sagunging pakurmatan, kados-kados putra temanten anggenipun ngrasuk busana kasatriyan sampun paripurna, keparenging sedya badhe marak sowan malih ngabyantara para tamu, saperlu nyenyadhang pudyastawa mrih widadaning bebrayan. Kirabing putra temanten ngrasuk busana kasatriyan kabiwadha ungeling Ketawang Subakastawa laras slendro pathet sanga. Sumangga. 14. Ngacarani Adicara Paring Nursitawara Para tamu kakung putri, Temanten kekalih sampun sowan ing ngarsa. Clereting netra kawistara, agung nggenya angantu-antu paring panjenengan puji pangastuti, widadaning lampah, tulusing parasdya, anggenya mangun brayat, winisudha sinengkakaken ing tataran wredha, werdine pan kedah mandireng priyangga. Meh antuka kalidamar, pandham margining agesang bebrayan, mila kasuwun panjenenganipun Bapa Sumantri paring ular-ular dhumateng temanten kekalih, sumarambah ing sadayanipun. Wasana, sumangga. 15. Purnaning Pamiwahan Makaten para tamu kakung putri, mliginipun dhateng temanten kekalih. Mugi dadosa bundhelan adi, gegaran nggayuh widadaning palakrama. Kados sampun boten worsuh panampi panjenengan. Kantun keparenga sami angecakaken ing gesang bebrayan. Minangka pratandha paripurnaning pasamuwan pamiwahan, kalanipun ingkang amengku karya, tuwin temanten kekalih sampun samapta anguntapaken konduripun para tamu ing sangandhaping wiwara pamiwahan. Konjuk ngarsanipun ibu Sri Supanti, juru mratitisaken wiraga temanten kekalih, keparenga temanten kekalih kakanthi tinuju dhateng wiwaraning sasana pamiwahan, saperlu nguntapaken konduripun para tamu. Para tamu kakung putri, Pamiwahan sampun paripurna. Lumantar pambyawara, ingkang amangku karya hamangsuli hangaturaken gunging panuwun, awit paring panjenengan bebantu rupi punapa kemawon. Sadaya kiranging boja lan krami, keparenga paring agunging pangaksama. Mligenipun tumrap jasad kula, Pambyawara, kathah saru-siku, temah tan bangkit adamel rena, kula nyuwun lumunturing pangaksama. Nuwun sugeng kondur dhumateng para tamu sadaya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.